Home Event Blogger Muslimah Melongok Dapur Majalah Ummi

Melongok Dapur Majalah Ummi

5 Menit Durasi Baca
6
0
32

Dalam program Edukasi Muslimah (PEM) yang dilaksanakan tanggal 21 Maret 2017 kemaren, Blogger Muslimah berkesempatan mengunjungi salah satu kantor redaksi majalah Islam yang sudah cukup populer dan bertahan lama, yaitu Majalah Ummi. Majalah ini adalah majalah keluarga, yang di setiap edisinya memiliki sisipan bacaan untuk anak-anak.

Kantor redaksi majalah ini berlokasi di jalan Mede, Utan Kayu, Jakarta Timur. Disambut ramah oleh para redaktur, suasana kunjungan pun terasa akrab dan hangat. Kita melakukan dialog tanya jawab di ruang meeting redaksi. Berbagai pertanyaan dari anggota Blogger Muslimah dijawab secara jelas dan lugas. Pengen tahu apa saja informasi menarik yang didapat dari kegiatan tersebut?

Kapan Majalah Ummi berdiri?

Majalah Ummi didirikan pada tahun 1989 oleh para aktivis dakwah kampus yang merasa perlu memiliki media untuk menyuarakan ide-ide mereka, sekaligus sebagai sarana dakwah. Ide-ide tulisan untuk majalah bisa didapat dari pemikiran seluruh redaksi. Dalam raker tahunan semua ide itu dikumpulkan dan digodok, kemudian dibuatkan TOR. Biasanya tema yang disukai pembaca itu adalah tema yang dekat dengan keseharian, seperti hubungan antara suami dan istri, antara orang tua dan anak, antara mertua dan menantu, jodoh, pertemanan dan sebagainya.

Saat ini jumlah redaktur Majalah Ummi adalah lima orang untuk versi cetak dan tiga orang untuk versi online. Pemimpin Redaksi dipegang oleh Meutia Geumala yang sudah bekerja di sana cukup lama. Hadir juga Ami sebagai Redaktur Pelaksana, Aida sebagai Reporter, Isti sebagai Sekretaris Redaksi, Shinta sebagai Redaktur Ummi Online serta Didi sebagai Redaktur Harian sekaligus fotografer dan satu-satunya redaktur laki-laki.

“Sebenarnya meskipun kita punya jabatan masing-masing tapi kita tetap harus bisa mengerjakan berbagai pekerjaan lainnya. Jadi ketika ada yang berhalangan, maka yang lain bisa menggantikan,” jelas Mala, panggilan akrab Meutia Geumala.

Bagaimana tips bertahan di era digital ini?

Jawaban yang diberikan oleh Mala cukup di luar dugaan, yaitu dengan terus mempertahankan semangat dakwah. Karena semangat dakwah akan membuat kita yakin bahwa kita mampu dan dimampukan oleh Allah untuk terus mengemban dakwah melalui media cetak. Semangat dakwah ini juga diyakini akan menular ke pembaca. Terbukti para pembaca Majalah Ummi sangat loyal. Kehadiran pembaca loyal inilah yang terus membuat Majalah Ummi bertahan hingga sekarang. Bahkan menurut survei yang cukup terpercaya, satu Majalah Ummi dibaca oleh lima orang pembaca. Artinya,  jumlah pembaca lebih banyak dari jumlah pembeli. Ini menandakan bahwa Majalah Ummi dibaca atau dicari karena isinya memang dibutuhkan dan disukai oleh banyak orang. Selain itu, segmentasi pembaca Ummi dan majalah lain memang berbeda, ini juga membantu Ummi untuk terus bertahan.

Bagaimana dengan pemilihan cover?

Cover dipilih juga melalui rapat redaksi. Orangnya haruslah sosok yang menginspirasi, muslim, bebas gosip, dan untuk wanita harus menutup aurat. Persiapan pemotretan sangat tergantung pada kondisi. Kadang membuat janji dengan sosok artis agak kesulitan karena kesibukan mereka. Maka pemotretan bisa dilakukan di rumahnya agar lebih hemat waktu. Jika waktu longgar, maka bisa di studio. Jadi persiapan untuk cover bisa dilakukan jauh-jauh hari dan bisa juga mepet jika keadaan tak memungkinkan.

“Yang seru ya kita harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan. Jika ada anak-anak yang ikut dalam pemotretan maka kru bisa ikut sibuk membuat mereka nyaman dan mau difoto. Harus bisa membuat mereka ceria dan tidak menangis. Kalau perlu ikut menggendong jika orang tuanya masih sibuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum pemotretan,” cerita Ami sambil tertawa. Terbayang juga ya repot dan serunya acara pemotretan itu.

Ummi Online sejak kapan didirikan?

Ummi versi digital mulai dibuat tahun 2014, saat media online kian pesat perkembangannya. Beradaptasi dengan perkembangan teknologi merupakan hal yang perlu dilakukan. Redaksi Ummi menganggap ini sebagai sesuatu yang positif, yaitu sebagai perluasan lahan dakwah saja, bukan sebagai ancaman. Lalu apa perbedaan mendasar kerja redaksi versi cetak dan versi online? Bedanya adalah pada kecepatan informasi. Untuk versi online update postingan dilakukan setiap 30 menit sekali dengan target 10 artikel perhari. Pemilihan judul juga agak berbeda, versi online memilih judul yang lebih provokatif dalam artian positif, sehingga orang teratrik untuk segera membukanya. Jumlah pengunjung Ummi versi online ini juga sudah sangat ramai.

Kenapa Ummi versi cetak sekarang banyak iklannya?

Tak bisa dipungkiri, iklan adalah salah satu yang membuat sebuah media bertahan. Uniknya, pengiklan di Majalah Ummi juga terbilang loyal, bahkan Majalah Ummi sampai membuat award untuk para pengiklan setianya beberapa tahun lalu. Karena ternyata sudah terbukti beriklan di Majalah Ummi sangat efektif dan hasilnya menggembirakan bagi para pengiklan. Itulah kenapa mereka terus bertahan beriklan. Jika tidak memuaskan hasilnya pasti mereka tidak mau memperpanjang lagi. Nah iklan-iklan inilah yang menolong ketika penjualan majalah menurun disebabkan banyaknya orang beralih ke media digital.

Nah, apa kiat untuk menembus rubrik di Majalah Ummi?

Ini pertanyaan yang sangat menarik tentunya bagi para penulis, termasuk Blogger Muslimah yang hadir. Salah satu kiat yang diberikan oleh redaktur Majalah Ummi adalah, memilih rubrik yang sedikit peminatnya seperti Cerbung, Kolom Ayah, Konsultasi dan beberapa rubrik lainnya. Sedikit peminat di sini bukan berarti sedikit pembacanya lho, tapi sedikit yang mengirim naskahnya ke redaksi. Kiat kedua dengan mengirimkan naskah yang sudah direvisi dengan baik, tidak dipenuhi typo di sana-sini dan memiliki paragraf pembuka yang menarik.

Setelah ngobrol tentang banyak hal, Blogger Muslimah diajak berkeliling, melihat-lihat langsung ruang kerja para redaktur. Mulai dari ruang redaktur, ruang akunting, ruang pemotretan dan dokumentasi, ruang sirkulasi, toko Ummi yang menjual berbagai keperluan Muslimah. Yang menarik, Majalah Ummi juga memiliki program waqaf Al Quran. Jadi bagi kaum Muslim yang ingin berkontribusi, bisa mengirimkan uang senilai 150 ribu rupiah, maka ia sudah mendapatkan satu buah Al Quran Ummi dan alat perlengkapan sholat yang kualitasnya juga bagus untuk disumbangkan secara langsung oleh Majalah Ummi kepada kaum yang membutuhkan.

Nah, Sahabat Muslimah, menarik bukan obrolan-obrolan kita dengan para redaktur Majalah Ummi? Semoga sahabat Muslimah bisa mengambil manfaat dari liputan singkat ini. Nantikan Program Edukasi Muslimah berikutnya ya!

(Salam Edukasi)

Kegiatan ini juga bisa dibaca dalam artikel-artikel keren berikut:

Blog Fara Alfaza: Tegar Menerjang Badai

Blog Siti Nurjanah: Kunjungan ke Redaksi Ummi

Blog Tetty Hermawati: Rahasia Tetap Eksis di Era Media Digital

Blog Helena: Menengok Dapur Majalah Ummi

Blog Windu: Menyambangi Majalah Ummi

Blog Finastri Annisa: Serba Serbi Penerbitan Majalah Ummi

 

Muat Artikel Dari Blogger Muslimah
Muat Lainnya Event Blogger Muslimah

6 Komentar

  1. shona

    30 Maret 2017 at 4:01 pm

    mupeng ikuut.. tp belum bisaa.. bandung adain acara beginian jugaaa dooonk.. 😊

    Balas

    • bloggermuslimah

      31 Maret 2017 at 6:29 am

      Insya Allah jika nanti memungkinkan ya Shona 🙂

      Balas

  2. Helena

    31 Maret 2017 at 3:13 am

    Alhamdulillah bisa ikut ke dapur Majalah Ummi. Jadi dapat tips menulis supaya lolos tayang di media cetak dan online.
    Semangat berdakwah lewat tulisan membuat Majalah Ummi terus bertahan. Hebat! Semoga istiqomah ya

    Balas

    • bloggermuslimah

      31 Maret 2017 at 6:30 am

      Aamiinn terimakasih doanya Helena.

      Balas

  3. Arina Mabruroh

    6 April 2017 at 2:02 pm

    Kereen! semoga majalah Ummi terus eksis ditengah gempuran media online.
    kapan ya bisa ke Jakarta dan ikut agendanya blogger Muslimah.. 🙁

    Balas

  4. iecha

    7 April 2017 at 2:03 am

    Wow ada blog aku 😱 tapi eventnya emang kereeen. Bikin event lagi dong, Un 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Milad 3rd Blogger Muslimah; Muslimah di Era Digital

Alhamdulillah, acara Milad 3rd Blogger Muslimah sudah selesai digelar dengan lancar pada t…