Tips Menulis Bebas

Sesuai program Blogger Muslimah untuk menyajikan materi kepenulisan di grup Facebook, maka inilah materi pertama yang bisa dibaca dan didiskusikan di sini. Agar sebagai blogger kita tak menulis asal-asalan, tapi tetap sesuai kaidah menulis yang baik dan profesional.
Semua orang, apapun latar belakangnya, dapat menulis sebuah karya, fiksi maupun non fiksi. Asalkan, ia tidak buta huruf. Problemnya, apakah ia memiliki hasrat untuk menulis dan kemudian melakukannya. Jika ia menuliskan atau menceritakan setiap kejadian berdasarkan fakta yang diingatnya tanpa keinginan untuk mereka-reka, melebih-lebihkan atau memperindah, ia adalah seorang penulis non fiksi. Sebaliknya, jika dalam menulis ia ingin mengubah berbagai hal, membesar-besarkan, mempercantiknya, atau bahkan menciptakan sesuatu yang baru -yang tidak ada hubungannya dengan bahan awal, ia adalah seorang penulis fiksi. Ini batasan sederhana yang diberikan oleh pengarang Josip Novakovich.
Namun, pada umumnya, semua karya fiksi adalah campuran antara fakta dan fiksi. Tinggal bagaimana imajinasi penulis dapat meramunya menjadi sebuah narasi yang menarik. Dalam hal ini dapat disebut Pramoedya Ananta Toer, yang sebagian besar novelnya berlatar belakang sejarah. Dalam novel-novelnya tersebut, Pramoedya Ananta Toer ‘mengotak-atik’ fakta sejarah menjadi rangkaian narasi yang samasekali baru. Tidak ada yang salah berkaitan dengan hal ini. Penulis fiksi bebas memperlakukan ‘fakta’ sekehendaknya sesuai dengan tujuan yang ia inginkan.
“Menulis ibarat berenang”. Dengan kata lain, sepintar apapun (setahu apapun) kita tentang teori menulis, kalau kita tidak mulai menggariskan pena kita di atas kertas, maka sampai kapanpun kita tidak akan bisa.
Tapi, yang jadi masalah, kenapa saya sulit sekali untuk memulainya dan mengawalinya? Jadi, saya merasa tidak PD untuk membuat karya tulis ilmiah, karena kapasitas keilmuan saya yang masih sangat minim.
Dengan permasalahan itu, bagaimana untuk mengawali sebuah karya tulis? Bagaimana menghilangkan rasa kurang percaya diri?

Modal dasar menjadi penulis adalah:

1. Memiliki tekad dan keuletan berlatih.
2. Memiliki motivasi, niat yang sangat kuat, sehingga tidak malas berlatih dan tidak mudah putus asa.
3. Rajin membaca buku dan informasi lain untuk menambah wawasan, mengembangkan ide, dan mengasah daya analisis.
4. Rajin berlatih. Dalam hal ini, seorang pemula bisa melakukan “free writing” (menulis bebas). Temanya apa saja, termasuk uneg-uneg Anda tentang berbagai masalah yang ada. Dari “free writing” dengan gaya bebas itu, Anda bisa mengembangkannya menjadi artikel
5. Anda berlatih menyusun outline, yakni garis besar alur tulisan yang akan Anda susun, mulai dari intro, identifikasi masalah, isi atau bahasan, hingga penutup.
6. Jangan malas melakukan rewriting, menulis ulang draft tulisan pertama. Lakukan revisi di sana-sini. Kemudian editing, utamanya soal tata bahasa dan penggunaan kata-kata.
7. Jangan malas menulis, karena hal itu menjadi sarana efektif berlatih sekaligus memunculkan rasa percaya diri. Coba buka situs berita di internet, baca beritanya, dan tulis komentar Anda sebagaimana sudah disediakan lahannya oleh pengelola situs. Jangan ragu!

Beberapa Tips Menulis Bebas

Ini adalah sedikit tips bagi yang ingin menulis artikel atau apapun sebutannya. Tips ini berdasarkan pengalaman saya yang juga sedang belajar menulis.
1. Kita tahu apa yang akan kita tulis. Mengetahui apa yang akan kita tulis sangatlah penting karena kita akan lebih mudah untuk memulai.
2. Punya bahan dan referensi yang lengkap. Kalau kita ingin menulis tentang suatu topik, sangatlah penting untuk menguasai topik yang akan kita tulis. Carilah sumber-sumber referensi dari berbagai media seperti koran, majalah, buku, radio, sampai televisi. Kita juga bisa memanfaatkan informasi dari internet. Jangan lupa untuk mencantumkan sumber referensi dalam tulisan kita. Ini penting agar kita tidak dituduh melakukan plagiat.
3. Memetakan pikiran kita tentang apa yang akan kita tulis. Kadang-kadang, kita bingung ketika akan menulis karena begitu banyak informasi yang berseliweran dengan liar di kepala kita. Nah, kalau kita menuliskan semuanya, tulisan kita tidak akan terstruktur dan terfokus dengan baik. Untuk menyiasatinya, kita bisa memetakan pikiran kita dengan metode Mind Map ala Tony Buzan. Dengan cara ini, kita bisa memfokuskan apa yang ingin kita tulis tanpa khawatir akan melantur ke mana-mana.
4. Miliki ketetapan hati dan niat. Memulai sesuatu membutuhkan niat yang kuat. Nah, sesuatu yang dimulai dengan niat yang baik, akan berhasil jika didukung dengan ketetapan hati. Bulatkan tekad Anda dan terus berjuang!
5. Rajin berlatih dan tidak kenal putus asa. Anda baru belajar menulis? Teruskan berlatih dengan rajin. Caranya, Anda bisa mencoba metode fast writing atau menulis bebas yang bisa Anda lakukan setiap hari. Untuk latihan awal, tuliskan apa saja yang Anda rasakan dan apa yang Anda alami sehari-hari secara bebas. Jangan takut untuk membuat kesalahan dalam tata bahasa. Ini adalah latihan, jadi, tidak ada yang akan menilai ataupun mengkritik Anda. Anda bisa membuat buk harian yang diisi setiap hari untuk membiasakan otot-otot menulis Anda. Tuliskan apa saja, bisa pengalaman Anda, keluh kesah Anda, sampai sumpah serapah Anda. Ini akan mengurangi beban Anda. Selain itu, jauhkan diri Anda dari rasa putus asa, karena begitu Anda mulai merasa putus asa, semua ide di kepala Anda akan menghilang begitu saja.
6. Miliki rasa percaya diri yang cukup. Banyak orang merasa tidak memiliki cukup rasa percaya diri untuk berbuat sesuatu. Hilangkan rasa itu. Kalau Anda tidak percaya dengan kemampuan Anda sendiri, bagaimana orang lain bisa percaya dengan kemampuan Anda? Kalaupun hasil tulisan Anda belum bagus, jangan kecewa. Teruskan berlatih dan pupuk rasa percaya diri Anda.
“Menulislah dengan cara apapun yang membuat Anda merasa bebas.”
Selamat menulis!

Post Author: bloggermuslimah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *