Home Kepribadian Takut Menatap Masa Depan Karena Trauma Masa Lalu

Takut Menatap Masa Depan Karena Trauma Masa Lalu

3 Menit Durasi Baca
0
0
15

Living Life To The Fullest

Mungkin Sahabat Muslimah ada yang pernah mendengar atau membaca buku yang berjudul “The Power of Now” karya Eckhart Tolle, bagi yang belum tahu secara garis besar buku tersebut berisi tentang “Mencari Bahagia Dengan Menikmati Hidup Saat Ini”. Namun saya sendiri mendapatkan “AHA Moment” tentang hal ini justru bukan dari buku tersebut melainkan dari serial kartun Hunter x Hunter.
Saat itu ada episode yang mengisahkan seorang Raja yang mengerahkan kerajaannya untuk berperang sampai titik darah penghabisan dan berakhir dengan runtuhnya kerajaan tersebut yang kemudian dikuasai oleh pihak musuh. Namun ternyata Raja yang ikut berperang tersebut adalah bukan dirinya melainkan orang lain yang berperan seolah-olah adalah Raja tersebut. Sedangkan Raja yang asli telah berada di negeri entah berantah menikmati hidupnya dengan penuh kedamaian.
Raja tersebut berkata bahwa ia lelah dengan semua hiruk pikuk kehidupan yang dengan perlahan tapi pasti merebut kebahagiaan dirinya sehingga ia tidak dapat menikmati hidupnya saat ini karena disibukkan dengan pikiran-pikiran dan permasalahan dari masa lalu dan juga masa yang akan datang.

Berdamai Dengan Masa Lalu

Untuk materi pertama kali ini saya akan berbagi tentang apa yang selama ini kadang kita lupakan karena kita terlalu sibuk berjuang untuk move on dari masa lalu, dan di sisi lain kita juga cemas dalam menghadapi masa depan.
Memiliki rasa penyesalan yang mendalam, rasa takut yang luar biasa, merasakan perih dan sakit yang sulit dilupakan adalah hal yang wajar, itu manusiawi, tidak ada yang salah jika saat ini kita berusaha sekuat tenaga untuk melupakan masa lalu dan mempersiapkan masa depan agar hal-hal buruk yang pernah kita rasakan di masa lalu tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Namun ada kalanya karena kita terlalu sibuk melupakan masa lalu dan mempersiapkan masa depan, kita lupa untuk menikmati masa sekarang, saat ini.
Sering kali pikiran kita dipenuhi oleh rasa ketakutan akan masa lalu dan kekhawatiran akan masa depan, di mana hal ini justru akan membuat pikiran kita tidak tenang, tidak nyaman dan kita tidak dapat menikmati hidup.

Allah Pembuat Rencana Terindah

Sejatinya masa lalu adalah pengalaman yang berharga namun sebaiknya kita tidak selalu berkutat di sana dan terus mengikat diri kita sendiri. Masa lalu bukan untuk dilupakan tapi untuk dijadikan pelajaran dan diambil hikmahnya dari apa yang sudah terjadi. Begitupun dengan masa depan sebaik-baik pembuat rencana adalah Allah SWT, kita memang dapat membuat rencana namun Allah memiliki rencana yang jauh lebih baik daripada kita semua sehingga kita jangan terlalu cemas dan keras terhadap diri kita sendiri. Dengan berusaha, berdoa, serta keimanan yang kuat InsyaAllah diberikan kemudahan.
Tentunya kita tidak ingin menjadi pribadi yang terus menerus berlari mempersiapkan masa depan namun kita sendiri tidak dapat menikmati hasil dari semua perjuangan kita karena hal itu akan terus berlanjut dan tak berujung. Jika diibaratkan kaki kiri kita berada di masa lalu, kaki kanan kita bersiap menapaki masa depan lalu di mana keberadaan kita saat ini? Seumpama kita bepergian naik kereta, kita hanya fokus ke depan menatap tujuan kita dan tanpa sadar melewatkan pemandangan yang begitu indah yang ada di kanan dan kiri kita selama di perjalanan.
Untuk itu tidak ada salahnya jika kita beristirahat sejenak yaitu dengan cara mensyukuri dan meluangkan waktu untuk menikmati apa yang kita dapatkan saat ini, berdamai dengan masa lalu dan tidak terlalu mengkhawatirkan hari esok.
Jangan lupakan H2N bahwasannya hidup itu untuk dihadapi, hayati dan nikmati.
Semoga bermanfaat.
*Ini adalah materi Kepribadian Muslimah yang ditulis oleh Ratih Sophie Azizah, kontributor Blogger Muslimah, dan sudah diposting di grup Facebook Blogger Muslimah Indonesia.
Muat Artikel Dari Blogger Muslimah
Muat Lainnya Kepribadian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ethica Fashion, Spiritual Islam Yang Mencerahkan

Bisnis fashion memang nyaris tak ada matinya karena ia bisa sangat fleksibel mengikuti per…