Home Literasi & Blogging Materi Kepenulisan Non Fiksi (Pembuka)

Materi Kepenulisan Non Fiksi (Pembuka)

2 Menit Durasi Baca
0
0
10

Hari Senin, waktunya ngobrolin non-fiksi. Kita ngobrol santai-santai aja, ya. Siapkan minuman dan camilan, supaya lebih asyik. Oh ya, saya di sini jadi fasilitator aja, ya. Kita sharing. Temen-temen pasti banyak yang lebih paham.
Ok? Let’s go!

Genre non-fiksi, tentu kebalikan dari fiksi. Kalau fiksi landasannya imajinasi (meski gak semua yang ditulis itu fiktif), non-fiksi landasannya fakta dan data.

Tulisan non-fiksi bentuknya bisa berita, feature, artikel, tips, biografi, autobiografi, catatan perjalanan, resensi, dan sebagainya.
Nah, sekarang, kita bahas step-stepnya dari awal banget.

1. Niat

Niat diperluin banget dalam segala sesuatu, termasuk nulis non-fiksi juga. Tanpa adanya niat, hasil tulisannya juga gak ada. Niat itu nantinya akan mengondisikan kita untuk nulis, dan akan jadi semangat kalau mendadak mutung. Kita pengen nulis non-fiksi tujuannya buat apa? Apa buat berdakwah, membagi ilmu, menuangkan pikiran, atau lainnya? Nah, itu semua terangkum dalam niat.

2. Tentukan Tema

Kalau kita udah niat, udah tau tujuan kita pengen nulis buat apa, saatnya tentukan tema. Konon, tema apapun yang kita ambil, pasti udah ada bukunya. Jangan sedih! Tiap penulis pasti punya sudut pandang dan gaya penulisannya sendiri. Jadi, gak usah khawatir kalau temanya sama.

Menentukan tema ini gampang-gampang susah. Kalau buat blog, kita bisa lihat-lihat situasi, langsung tulis, dan langsung dibaca orang sejak detik pertama kita posting. Gak usah takut gak up to date.

Sedangkan, kalau buat buku, kita harus liat tema-tema yang sekiranya masih atau akan booming sampai tahun depan. Lama banget, ya? Karena nulis buku itu halamannya banyak dan pembahasannya dalam, kita harus ukur kecepatan cari data dan menulis. Setelah dikirim ke penerbit, ada waiting list untuk sampai meja redaksi dan di-approve. Setelah itu ada proses editing di editor, desain dan lay out, cetak, kirim ke distributor, baru deh, ada di toko buku.

3. Pilih Genre

Kayak fiksi juga, ada pembagian usia pembaca kalau kita bikin tulisan non-fiksi. Apakah buat mahmud atau buat remaja? Ibu-ibu atau bapak-bapak? Islami atau umum? Intelektual atau awam?

Pilah-pilih ini nantinya akan pengaruh ke gaya bahasa yang kita pakai, dan materi yang kita sampaikan. Kalau buat umum, tentunya kita gak tulis dalil. Kalau buat remaja, pakainya bahasanya yang santai dan gak bikin mereka mengerutkan kening. Kalau buat intelektual, data yang disajikan detil dan lengkap. Kira-kira begitu.

4. Pasang Target

Apa bisa selesai sekali hadap? Kalau nggak, kira-kira kita butuh waktu berapa lama sampai tulisannya selesai? Kesibukan sehari-hari kita gimana? Kalau lagi gak mood, apa harus nulis juga?

Nah, target yang kita bikin gunanya buat “berdamai” sama hal-hal di atas. Kita sendiri yang tentukan, kapan tulisan kita siap diposting atau dikirim ke penerbit. Tentunya dengan mengukur kemampuan dan segala kesibukan harian, sampai mood yang naik turun.

Kita juga bisa bikin target harian. Misalnya, dalam sehari, kita harus sisihkan waktu 2 jam buat proyek tulisan kita itu. Dalam 2 jam itu, kita bisa nulis atau cari-cari data dan informasi yang berhubungan dengan tulisan.

Target ini akan membantu kita mendisiplinkan diri. Kalau perlu targetnya ditempel di tembok supaya kita lebih terpacu. Mengingat pas bikin target kita udah pertimbangin kesibukan harian dan sebagainya, usahakan no excuse atas target yang kita tetapkan. Excuse sekali akan berlanjut ke excuses berikutnya. Dampaknya, tulisan jadi gak selesai-selesai.

Nah, ini step awal, hal-hal yang harus kita lakukan sebelum mulai nulis non-fiksi.
Yuk, mari kita diskusi!

Nara Sumber: Fara Alfaza Daniel (www.faraalfaza.wordpress.com)

Muat Artikel Dari Blogger Muslimah
  • Suara di Balik Senja

    Pukul lima sore hari. Arintya mengalihkan pandangannya dari jam dinding. Ia mulai menaiki …
  • Alur dan Pengaluran (Fiksi)

    Banyak yang mempersamakan bahwa alur (plot) merupakan jalan cerita. Tetapi banyak juga yan…
  • Materi Kepenulisan Non Fiksi (2)

    Temen-temen, maaf ya, postingnya kemaleman. Yuk, kita lanjutin bahas non-fiksi. Anggap aja…
Muat Lainnya Literasi & Blogging

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ethica Fashion, Spiritual Islam Yang Mencerahkan

Bisnis fashion memang nyaris tak ada matinya karena ia bisa sangat fleksibel mengikuti per…