Home Kepribadian Psychosomatic, Sakit Fisik Yang Bersumber Dari Psikologi

Psychosomatic, Sakit Fisik Yang Bersumber Dari Psikologi

4 Menit Durasi Baca
0
0
89

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Menyambung cerita saya di materi Kepribadian Muslimah #5 pekan lalu, kali ini saya kembali akan sharing materi Kepribadian Muslimah yang terinspirasi dari pengalaman pribadi, semoga Sahabat Muslimah semua tidak bosan dengan cerita saya ya hehe.

Sebelum menjadi Ibu Rumah Tangga, saya sempat berkarir di dunia HRD selama 10 tahun sampai akhirnya mengundurkan diri karena memiliki amanah untuk mengurus suami dan anak. Nah, saat awal-awal tidak bekerja saya sempat sakit, keluhannya seluruh sendi-sendi kaku dan sakit sehingga saya merasakan kesulitan bergerak dan melakukan aktifitas sehari-hari.

Awalnya saya pikir hanya otot-otot saja yang tegang dan akan sembuh dengan sendirinya, tapi sampai satu minggu lamanya sakit saya tidak kunjung sembuh dan saya pun memutuskan untuk pergi berobat. Singkat cerita, sesampainya di tempat berobat saya menceritakan seluruh keluhan saya kepada dokter yang memeriksa saya, lalu dokter meminta saya untuk cek darah, untuk memastikan apakah ada gejala Chikungunya, Asam Urat dan Rheumatoid karena keluhan yang saya sampaikan mirip dengan gejala ketiga penyakit tersebut.

Hasil Pemeriksaan Dokter

Setelah menunggu selama kurang lebih satu jam, hasil cek darah sudah keluar dan saya dipanggil kembali untuk bertemu dengan dokter, alhamdulillah hasil cek darah saya seluruhnya negatif hanya ada catatan anemia saja. Dokter yang memeriksa saya adalah seorang dokter wanita yang merupakan dokter keluarga yang sudah saya kenal sejak saya kecil.

Melihat hasil cek darah yang semuanya tampak normal dan baik-baik saja akhirnya dokter bertanya seputar kabar terkahir kehidupan saya, kebetulan kami sudah dekat sehingga beliau juga tau sedikit banyak tentang kehidupan pribadi saya. Sampailah saya bercerita bahwa sekarang saya sudah tidak bekerja lagi, lalu dokter mengangguk-anggukan kepalanya sambil berkata, “Nah itu…, kamu stress biasa wara-wiri, ketemu orang banyak, aktifitas padat dari pagi sampai malam. Sekarang cuma diem di rumah.”

Mendengar kata-kata dokter tersebut awalnya saya menyangkal karena saya memang tidak merasa stress, tapi setelah dirasa-rasa lagi memang betul juga apa yang dokter katakan. Jadi pada awal-awal saya berhenti bekerja beberapa waktu yang lalu, saya sempat “mati gaya” kalau kata orang zaman dulu saya hanya muter-muter di sumur, dapur dan kasur, hehehe, yang akhirnya hal ini berimbas pada kesehatan saya yang menyebabkan Psychosomatic atau Psikosomatis.

Apa sih Psychosomatic?

Maafkan ceritanya kepanjangan, sebetulnya saya hanya ingin memberikan gambaran sederhana dari materi yang akan kita pelajari bersama yaitu tentang Psikosomatis. Psikosomatis berasal dari kata Psyche (pikiran) dan Soma (tubuh) sehingga gangguan psikosomatis diartikan sebagai penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh. Dengan kata lain, gangguan Psikosomatis digunakan untuk menyatakan penyakit fisik yang timbul akibat faktor mental seperti stress atau cemas yang berlebihan. Penyebab utama dari Psikosomatis ini adalah stress, namun yang harus digarisbawahi tidak semua orang yang mengalami stress atau depresi mengalami gangguan Psikosomatis karena respon setiap orang terhadap stress berbeda-beda.

Selain mendapatkan pengobatan dari paramedis, Psikosomatis juga dapat diatasi dengan melakukan Psikoterapi, Konseling, Hipnosis, lalu menjaga hati dan pikiran kita dari hal-hal yang negatif, mengalihkan perhatian kita dari pemicu stress, and last but not least adalah berdoa, iya, berdoa memohon pertolongan dan kesembuhan dari Allah SWT. Percuma kita mati-matian berobat atau berusaha namun jika kita tidak berdoa, karena sebaik-baik Maha Penyembuh hanyalah Allah semata.

Berikut ini juga saya lampirkan informasi tambahan yangg dikutip dari buku “The Healing & Discovering the Power of the Water” yang ditulis oleh Dr. Masaru Emoto yang mengugkapkan bahwasannya Penyakit itu 90% berasal dari pikiran, 10%-nya dari pola makan.

Contoh penyakit yang bersumber dari pikiran, yaitu:

  1. MARAH selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi 6 jam.
  2. DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN akan menyebabkan imun tubuh kita mati. Dari situlah bermula segala penyakit, seperti STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE (perdarahan / penyumbatan pembuluh darah).
  3. Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN.
  4. Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.
  5. Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).
  6. Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.
  7. Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.
  8. Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).
  9. Jika kita mudah EMOSI & cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.
  10. Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.
  11. Jika kita sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.
  12. Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).
  13. Jika kita sering BERSEDIH & merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih).

Itulah sedikit sharing dari saya tentang fenomena Psikologi yang disebut Psikosomatis, saya jadi ingat kutipan “Mens sana in corpore sano: Jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat.” Dari zaman SD sudah hafal kutipan itu tapi baru sekarang memahami makna yang sesungguhnya. Semoga materi Psychosomatic, Penyakit yang Bersumber dari Psikologi ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Semoga bermanfaat.

(Ratih Sophie Azizah)

Muat Artikel Dari Blogger Muslimah
Muat Lainnya Kepribadian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ethica Fashion, Spiritual Islam Yang Mencerahkan

Bisnis fashion memang nyaris tak ada matinya karena ia bisa sangat fleksibel mengikuti per…