Home Kepribadian Speak Good a Word or Remind Silent

Speak Good a Word or Remind Silent

3 Menit Durasi Baca
0
0
11

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh,

Kali ini kita akan membahas tentang Speak Good a Word or Remind Silent. Beberapa waktu yang lalu saya sempat sedikit bercerita dengan beberapa Sahabat Muslimah di grup WhatsApp bahwa dulu saat masih duduk di bangku SMA saya pernah belajar filsafat dan saya sempat sedikit “Error”, Error yang dimaksud disini bukan yang sifatnya gangguan jiwa tapi lebih kepada kebimbangan dan kegoyahan atas sebuah keyakinan atas eksistensi dan dasar penciptaan beserta hal terkait lainnya sehingga teman-teman, guru, dan bahkan keluarga saya menganggap saya aneh pada saat itu.

Saya dan Filsafat

Saat saya mengalami kegoyahan dan mempelajari filsafat saya bertemu dengan orang-orang yang mengalami hal yang serupa dengan saya sehingga kami bersama-sama mencari jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kami pikirkan dan seolah-olah semuanya dipermudah, mulai dari bertemu seseorang yang memang sudah lebih dulu belajar filsafat lalu kami juga menemukan banyak buku-buku yang murujuk kepada filsafat mulai dari perpustakaan sekolah, toko buku, sampai ke Kwitang.

Singkat cerita, setelah selesai belajar filsafat saya mendapatkan hidayah dan berniat untuk hijrah dan tarbiyah qodarulloh saya juga secara berturut-turut mendapatkan lingkungan yang kondusif sekali untuk belajar dan mendekatkan diri kepada Allah, mulai dari bertemu seorang Mentor yang mengajak saya untuk mengikuti kajian rutin, lalu saya mendalami belajar Al-Qur’an di salah satu Rumah Tahfidz, bertemu teman-teman baru di Halaqoh, dll.

Dulu saya mengira bahwa hal-hal yang saya alami adalah kebetulan belaka, yaitu bertemu dengan orang yang memiliki ketertarikan yang sama dengan saya dan saya juga mendapatkan lingkungan yang sesuai dengan apa yang saya pikirkan saat itu, belakangan setelah saya belajar Hipnoterapi dan belajar beberapa ilmu Psikologi aplikatif saya sadar dan mendapatkan insight bahwa semua itu bukanlah kebetulan semata melainkan karena “Energi Magnet” yang dipancarkan oleh diri saya sendiri.

Law of Attraction

Saya yakin Sahabat Muslimah sudah tahu atau pernah mendengar istilah Law of Attraction, itulah Hukum Tarik-Menarik yang secara garis besar menyatakan bahwa “Sesuatu akan menarik pada dirinya segala hal yang satu sifat dengannya.” Dan karena alasan Hukum Tarik-Menarik itulah di dunia ini banyak sekali komunitas-komunitas yang terbentuk bagi mereka yang memiliki kesamaan dalam hal ketertarikan akan sesuatu, contohnya seperti Komunitas Batu Akik, Komunitas Ikan Cupang, dan bahkan Komunitas Blogger Muslimah Indonesia.

Sekarang saya akan sedikit membahas asal muasal Hukum Tarik-Menarik ini, bahwasannya semua ini berasal dari pikiran kita atau Self Talk. Apa itu Self Talk? Self Talk adalah berbicara pada diri sendiri, namun yang perlu digaris bawahi berbicara disini bukannya kita bercermin lalu kita bicara kepada pantulan diri kita dan juga bukan bicara ngoceh sendiri melainkan percakapan yang terjadi dalam pikiran kita.

Jika Self Talk kita selalu tentang hal-hal negatif tentu saja energi magnet yang kita pancarkan akan negatif dan menarik hal-hal yang negatif pula, dan sebaliknya jika Self Talk kita positif, maka energi magnet yang dipancarkan tentu energi positif dan akan berdatangan kepada kita hal-hal yang bersifat positif, maka dari itu berhati-hatilah dalam berpikir dan berkata “you are what you think”.

Pembahasan tentang Law of Attraction dan Self Talk ini membuat saya ingat akan satu hadits yang sudah pasti Sahabat Muslimah semua sering mendengarnya, dari Abu Hurairah bahwa Rasululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Mutttafaq ‘alaih: Al-Bukhori, no. 6018; Muslim, no.47). Ibnu Hajar menjelaskan, “Ini adalah sebuah ucapan ringkas yang padat makna; semua perkataan bisa berupa kebaikan, keburukan, atau salah satu diantara keduanya.”

Menurut saya pribadi hadits tersebut tidak hanya harus diaplikasikan dalam kehidupan kita secara luas namun kita juga dapat mengambil ibroh yang lain bahwa kita juga harus selalu berkata yang baik kepada diri kita sendiri, berpikir yang baik kepada diri kita sendiri atau lebih baik diam. Jadilah pribadi yang baik, lakukan hal yang baik, insyaAllah kebaikan akan mengikuti.

Semoga bermanfaat.

Ratih Sophie Azizah

Muat Artikel Dari Blogger Muslimah
Muat Lainnya Kepribadian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ethica Fashion, Spiritual Islam Yang Mencerahkan

Bisnis fashion memang nyaris tak ada matinya karena ia bisa sangat fleksibel mengikuti per…