Home Sosok Istri Para Syuhada

Istri Para Syuhada

4 Menit Durasi Baca
0
0
12

Kisah Cinta Atikah binti Zaid dan Abdullah bin Abu Bakar

Adalah anugrah terindah bila kita bisa menikah dengan orang yang dicintai. Istri yang cantik, beriman, akhlaq yang baik, siapa yang akan menolak? Suami yang tampan taat pada Allah, siapa yang rela melepas?

Idealnya manusia memiliki harapan yang tinggi pada calon pasangan yang akan dipilih menjadi suami atau istri. Paras yang cantik dan tampan, akhlaq yang baik dan iman kepada Allah menjadi kriteria yang diharapkan oleh banyak orang. Beruntunglah ia yang mendapatkan pasangan seperti yang diingini. Saling mencintai dan menjaga. Tak akan rela siapa pun mengusik kebahagiaan mereka. Tak terlintas keinginan untuk berpisah, apalagi bercerai. Bagaimana mungkin kehidupan suami istri yang saling mencintai akan rela dipisahkan, bercerai hanya karna alasan yang tidak masuk akal?

Namun, inilah yang terjadi pada pasangan Atikah binti Zaid bin Amr dan Abdullah bin Abu Bakar As shiddiq. Mereka adalah pasangan yang saling mencintai. Atikah yang cantik jelita membuat Abdullah bahagia tak ingin jauh darinya. Tetapi sang ayah, Abu Bakar, khawatir melihat anaknya yang tersihir oleh kecantikan paras istrinya, hingga membuatnya lebih mencintai sang istri dari apapun. Kecintaan Abdullah pada istrinya begitu melenakan hingga lupa pada perniagaan dan peperangan.

Akhirnya Abu Bakar meminta Abdullah untuk menceraikan Atikah. Mendengar hal itu, Abdullah sangat sedih.  Ia tak rela berpisah dari istri yang sangat dicintai. Meski begitu mereka akhirnya bercerai. Abdullah murung dan meratapi perpisahan dengan istrinya. Suatu hari ia datangi ayahnya dan mengadu dengan seuntai syair:

Atikah bagai cahaya bersinar

Merpati diratapi burung tekukur

Atikah…siang malam hatiku untukmmu

Memikul segala rasa yang sulit terungkap

Tak akan terfikir orang menceraimu

Mencerai wanita secantikmu, tanpa dosa

Akalnya cemerlang, pendapatnya jitu

Akhlaknya lurus, pemalu dan dipercaya

 

Mendengar itu, hati Abu Bakar luluh. Ia pun bertanya pada anaknya apakah ia sangat mencintai Atikah. Abdullah menjawab dengan penuh semangat, “Ya”. Kemudian Abu Bakar mengijinkan mereka rujuk kembali. Hubungan mereka terjalin kembali dan semakin cinta.

Setelah itu Abdullah tidak melupakan kewajibannya untuk turut dalam berbagai peperangan. Ia turut dalam perang Futhu al-Makkah dan perang Hunain. Pada akhirnya Abdullah syahid dalam peperangan karena anak panah tepat bersarang di tubuhnya. Kesedihan Atikah tak terbendung. Ia tak henti menangisi suaminya.

Begitu cintanya ia pada suaminya, hingga berjanji tidak akan menikah lagi. Banyak sudah pinangan laki-laki yang ditolaknya. Mengetahui hal itu, Umar bin Khaththab berkata, “Wahai Atikah, engkau haramkan atas dirimu sesuatu yang telah Allah halalkan. Kembalikan harta keluarga Abu Bakar dan carilah pasangan hidupmu.”

Syahidnya Zaid bin Khaththab

Atikah pun mengembalikan harta suaminya kepada keluarga Abu Bakar, kemudian ia dipersunting oleh Zaid bin Khaththab. Zaid bin Khaththab adalah saudara dari Umar bin Khaththab yang pertama-tama memeluk Islam. Ia pun selalu turut serta dalam peperangan bersama Rasulullah.

Pada perang Yamamah, Zaid memerangi pasukan Musailamah al-Kadzab, orang yang mengaku sebagai nabi. Zaid berperang dengan penuh kobaran semangat, hingga ia berhasil membunuh ar-Rijal bin Anfawah, seorang tentara Musailamah yang paling berbahaya. Akhirnya Zaid syahid setelah tanda-tanda kemenangan ada pada umat Islam.

Umar bersedih atas kematian saudaranya, dan berdoa pada Allah, “Semoga Allah mencucurkan rahmat pada Zaid. Dia telah mendahuluiku dalam dua hal; masuk Islam dan syahid di jalan Allah sebelumku.”

Dan Umar bin Khaththab pun Syahid 

Setelah wafatnya Zaid, Umar meminta pada keluarganya untuk melamar Atikah. Umar menikahi Atikah sebelum menjabat sebagai Amirul Mukminin. Para sahabat Rasul menghadiri pernikahan mereka. Atikah hidup sederhana bersama suaminya. Tapi tentu saja tidak ada yang bisa menandingi kesederhanaan Umar bin Khaththab.

Atikah sangat rajin pergi ke masjid Rasulullah untuk menunaikan shalat dan Umar tidak melarangnya. Yahya bin Sa’id meriwayatkan, “Istri Umar meminta izin untuk pergi ke masjid, tapi Umar hanya diam. Atikah berkata, ‘Demi Allah aku akan pergi ke masjid kecuali engkau melarangku.’ Umar pun tidak melarangnya.

Kebahagiaan Atikah bersama Umar harus berakhir. Umar syahid ketika sedang melaksanakan shalat di masjid akibat ditikam oleh Abu Lu’lu’ah. Atikah sangat sedih dan meratapi kepergian suaminya.

Syahid Selanjutnya, Zubair bin Awwam 

Zubair bin Awwam anak bibi Rasulullah merupakan pahlawan Islam. Ia hadir di setiap peperangan bersama Rasul. Di tubuhnya terdapat goresan pedang, lubang di dada karena tombak dan panah. Salah seorang sahabat berkata, “Sungguh belum pernah aku melihat tubuh penuh luka seperti engkau.”

Zubair menjawab, “Ketahuilah, demi Allah tidak ada satu pun bekas luka yang kumiliki kecuali karena berperang bersama Rasul di jalan Allah.”

Setelah masa iddah dari Umar, Atikah menikah dengan Zubair bin Awwam. Atikah menyaratkan pada Zubair agar tidak melarangnya pergi ke masjid, Zubair pun menyetujui. Tetapi rasa cemburunya lebih besar hingga membuat Zubair tidak meneruskan syarat itu.

Pada peristiwa perang Jamal, Zubair dan Aisyah pergi untuk mendamaikan kubu Ali dan kubu Mu’awiyah yang sedang bertikai.

Syahidnya Zubair bin Awwam karna dibunuh oleh salah seorang munafik yang ada di kubu Ali, Amr bin Jarmuz. Zubair dibunuh ketika sedang melaksanakan shalat. Ketika pasukan Ali menyerahkan pedang Zubair yang dirampas oleh Amr bin Jarmuz kepadanya, ia menangis dan berkata, “Sungguh pemilik pedang ini telah banyak membela rasulullah.”

Sekali lagi Atikah sedih dan meratapi  kematian suaminya yang syahid di jalan Allah.

Syahid Terakhir

Hasan bin Ali merupakan suami terakhir Atikah. Ia menikah dengan Hasan ketika usianya mencapai lima puluh tahun. Dan Hasan pun gugur sebagai syahid. Semua suami Atikah gugur sebagai syahid di jalan Allah. Ialah istri yang dikenal sebagai istri para syuhada karena mengantarkan syahid suami-suaminya. (Nia Hanie Zen)

Muat Artikel Dari Blogger Muslimah
  • Kisah Ammar Yang Inspiratif

    Banyak broadcast beredar di gadget kita setiap harinya, dan salah satu broadcast yang sang…
  •  Bilal bin Rabah, Sahabat Yang Mendahului Rasulullah di Surga

    Bilal bin Rabah adalah seorang budak yang kuat, amanah, tidak pernah mengeluh. Ia menjadi …
Muat Lainnya Sosok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ethica Fashion, Spiritual Islam Yang Mencerahkan

Bisnis fashion memang nyaris tak ada matinya karena ia bisa sangat fleksibel mengikuti per…