Home Keluarga Bunda Muslimah, Berhentilah Menarik Urat Syaraf Saat Mendampingi Anakmu Belajar Membaca. Ikuti 7 Tips Mengajarkan Anak Belajar Membaca Tanpa Merasa Belajar

Bunda Muslimah, Berhentilah Menarik Urat Syaraf Saat Mendampingi Anakmu Belajar Membaca. Ikuti 7 Tips Mengajarkan Anak Belajar Membaca Tanpa Merasa Belajar

4 Menit Durasi Baca
0
0
12
Bunda Muslimah, Berhentilah Menarik Urat Syaraf Saat Mendampingi Anakmu Belajar Membaca. Ikuti 7 Tips Mengajarkan Anak Belajar Membaca Tanpa Merasa Belajar

Bunda Muslimah, Bunda mau anak-anak belajar membaca tanpa harus belajar?
Emang bisa belajar membaca dan berhitung tanpa belajar?
Tentu saja bisa, jika Bunda mengetahui trik atau caranya.

Dewasa ini sangat banyak orangtua (dalam hal ini para ibu), yang memasukkan anak-anaknya kursus membaca, menulis dan berhitung pada usia yang sangat muda. Yaitu pada usialima atau juga empat tahun. Bahkan ada juga yang kurang dari usia empat tahun. Bayangkan, pada usia yang kurang dari empat tahun anak sudah dipaksakan untuk belajar, dimana pada usia tersebut seharusnya adalah masa anak-anak untuk bermain.

Bagi kebanyakan pakar pendidikan anak, apa yang dilakukan para orangtua tersebut dianggap telah merampas hak bermain anak-anak. Namun hal tersebut tidak mengurangi keinginan kebanyakan orangtua untuk memberikan pelajaran membaca,menulis atau juga berhitung pada usia yang sangat dini tersebut.

Lantas mengapa banyak orangtua yang tetap ‘memaksakan’ memasukan anak-anaknya kursus membaca dan menulis pada usia yang sangat dini? Hal tersebut terjadi karena banyaknya sekolah yang membuat peraturan siswa-siswa yang masuk SD sudah harus bisa membaca dan menulis. Meskipun hal tersebut sudah dilarang oleh kementrian pendidikan.

Dan apa yang sebaiknya dilakukan para orangtua supaya anak-anaknya tetap bisa belajar membaca pada usia dini meski tidak harus belajar di pusat kursus?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan para orangtua untuk mengajarkan anak-anak batita belajar membaca dengan ‘enjoy’ tanpa harus merasa belajar.

Apa saja langkah-langkah tersebut?

  1. Mengajarkan anak-anak batita mengenal abjad dengan cara bernyanyi.

Cara ini adalah cara yang sangat bagus mengenalkan anak-anak batita pada abjad. Anak-anak batita belajar abjad tanpa harus merasa belajar. Para ibu bisa melakukan hal ini kapan saja. Pada saat bermain dengan anak-anak, atau juga pada saat anak hendak tidur. Tapi tentunya juga orangtua tidak lupa mengajarkan untuk membiasakan anak membaca doa mau tidur ya.

  1. Menempelkan poster daftar abjad di dinding rumah.

Supaya orang tua lebih memudahkan anak anak mengenal daftar abjad, orangtua harus menempelkan poster daftar abjad di dinding rumah. Guna menempelkan poster daftar abjad ini adalah supaya para ibu bisa menunjuk huruf-huruf yang sedang dinyanyikan.

Tinggi poster yang paling tinggi yang ideal adalah setinggi kepala anak-anak. Dengan demikian anak-anak bisa menunjuk dan menyentuh huruf-huruf tersebut dalam keadaan berdiri ataupun dalam keadaan duduk tanpa harus mendongakkan kepalanya tinggi-tinggi.

Jadi sambil bermain, anak-anak tanpa sadar belajar mengenal abjad.

  1. Mengenalkan huruf melalui benda-benda di sekitar kita.

Jadi setelah mengenalkan anak batita dengan abjad sembari bernyanyi, Bunda Muslimah muslimah juga mengenalkan bentuk huruf abjad melalui benda. Misalnya, ketika mengenalkan bunyi huruf A, lambangkan dengan benda yang berawalan huruf A. Contohnya huruf A untuk ayam, angsa, awan ataupun anggur. Huruf B untuk bebek, batu, bus ataupun warna biru.

Dengan demikian anak-anak Anda mengenal huruf dari awal bunyi nama-nama benda.

  1. Mengenalkan abjad melalui flashcard.

Flashcard yang digunakan adalah yang dua sisi ada gambar. Sisi pertama flashcard adalah sisi yang ada nama abjadnya. Sisi kedua adalah sisi gambar yang awal namanya sesuai dengan nama abjad. Kalau sisi pertama adalah huruf A, maka sisi belakangnya bergambar ayam angsa atau anggur.

Manfaat penggunaan flashcard ini su[aya otak anak supaya bisa menyingkronkan antara bunyi huruf dengan bunyi awal benda tersebut.

  1. Menggunakan huruf balok plastik yang warna-warni.

Dengan menggunakan balok plastik, anak-anak batita semakin tau bentuk abjad-abjad tersebut. Dan dengan menggunakan balok yang warna warni, anak-anak batita tidak hanya mengenal abjad juga sekaligus mengenal warna.

Bunda Muslimah juga boleh menguji kemampuan anak Bunda dengan menanyakan nama-nama huruf dengan acak.

  1. Memarnai huruf-huruf abjad.

Para bunda juga harus melengkapi kemampuan pengetahuan anak dengan kemampuan motoriknya. Salah satunya dengan cara mewarnai huruf-huruf abjad tersebut sembari menyebutkan nama abjadnya. Ingat ya Bunda, mewarnai abjad-abjad yang sudah tersedia di buku gambar, bukan membuat atau menuliskannya.

  1. Menggunakan flashcard suku kata.

Penggunaan flascard suku kata ini dilakukan ketika anak sudah hapal bentuk dan bunyi huruf. Suku kata yang digunakan dimulai dari huruf B yang digabungkan dengan huruf vocal. Contoh: ba, be, bi, bo, bu.

Lakukan latihan suku kata tersebut secara terurut (dan tetap dengan cara bermain dan santai) sampai anak mengingat suku kata tersebut. Setelah hapal bentuk dan bunyi suku kata tersebut, baru Anda lakukan latihan secara acak.

Begitu seterusnya sampai dengan suku kata ya, ye, yi, yo, yu. Anda bisa mulai mengenalkan kata pada anak ketika menemukan kata-kata yang umum bagi anak. Misal, ketika sudah belajar suku kata ca, ce, ci, ce, cu, Anda bisa memodifikasi dengan suku kata ba, be, bi, bo, bu. Sehingga akan mengenalkan kata ba – ca, ca – be, co – ba, cu – ci.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas para orangtua bisa mengenalkan abjad padan anak. Jika hal ini dilakukan setiap hari, anak akan mudah mengetahui bentuk dan bunyi huruf. Dan pada akhirnya karena terbiasa setiap hari, pelan-pelan anak akan bisa membaca kata- per kata. Dan pada akhirnya anak Anda bisa membaca tanpa harus merasa belajar, apalagi belajar di tempat kursus.

Selamat mencoba ya.

Muat Artikel Dari Fisra Firsty
Muat Lainnya Keluarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *