Home Kajian Ternyata Ini Penghargaan Tertinggi Dari Raja Iblis. Waspadalah, Semoga Tidak Menimpa Kita

Ternyata Ini Penghargaan Tertinggi Dari Raja Iblis. Waspadalah, Semoga Tidak Menimpa Kita

2 Menit Durasi Baca
0
0
22

Sejak peristiwa diusirnya iblis dari surga karena kesombongannya, sejak itu pula iblis mengumandangkan genderang perang dengan manusia. Dengan sekuat tenaga, iblis mengerahkan bala tentaranya untuk terus menerus menggoda dan  menjerumuskan manusia ke jalan sesat demi menuntaskan dendamnya tersebut. Semuanya demi satu tujuan, menjadikan manusia sebagai kawan-kawannya di neraka kelak.

Karenanya, banyak kita jumpai manusia-manusia yang kelakuannya menyerupai iblis. Manusia yang lebih mengedepankan hawa nafsunya daripada mengikuti apa-apa yang telah diperintahkan Allah dan Rasul-Nya. Tak heran bila kemudian banyak kejahatan dan kedzaliman terjadi di muka bumi. Banyak manusia-manusia pendurhaka, kawan karib iblis.

 

 

Setiap kali usai menjalankan tugasnya, para bala tentara iblis akan mendapatkan pujian dari Sang Raja Iblis. Namun, dari sekian banyak bisikan dan tipu daya iblis,  ada satu hal yang paling disenangi raja iblis. Siapa saja di antara bala tentaranya yang berhasil melakukan tugas ini maka akan mendapatkan pujian setinggi-tingginya.

 

“Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatu pun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (iblis) seperti engkau” (HR Muslim)

Yah, raja iblis sangat mengapresiasi bala tentaranya yang berhasil menceraikan suami dan istri. Raja iblis sangat bangga pada bala tentaranya yang  berhasil memporak-porandakan ikatan suci sebuah pernikahan.  Berhasil menjadikan ayah, ibu dan anak-anaknya terpisah.

Seperti diketahui, sebuah perceraian akan membawa dampak buruk yang sangat banyak. Dampak buruk ini terutama akan sangat dirasakan oleh anak-anak. Lihatlah, banyak anak-anak yang berasal dari keluarga broken home, di kemudian hari menjadi anak yang tidak bisa terkendalikan, nakal bahkan menjadi manusia yang mengajak manusia lain pada kedurhakaan.

Padahal anak-anak ini adalah pelanjut generasi mendatang. Anak-anak yang di masa mendatang akan menjadi pemimpin bangsa ini. Namun bagaimana mungkin mengharapkan kepemimpinan mereka jika mereka justru menjadi generasi yang rusak.

Maka inilah yang sebenarnya diinginkan iblis. Merusak manusia, musuh abadinya, sebanyak-banyaknya.  Bahkan, jauh sebelum manusia itu lahir, iblis telah menetapkannya sebagai musuhnya dan bertekad untuk menyesatkannya.

Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi kita semua. Menjadikan rumah tangga kita utuh, sakinah, mawaddah dan rahmah.  Bukan hanya di dunia bahkan hingga di akhirat kelak.

Aamiin.

Muat Artikel Dari Haeriah Syamsuddin
Muat Lainnya Kajian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Masuk Surga Itu Mudah. Cukup Lakukan 4 Hal Berikut Ini

Setiap manusia, tentu saja muslimah termasuk di dalamnya  menginginkan surga menjadi tujua…