Home Keluarga Inilah Adab Bertetangga yang Sering Terlupakan di Era Milenials

Inilah Adab Bertetangga yang Sering Terlupakan di Era Milenials

3 Menit Durasi Baca
0
0
14

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya. (HR.Bukhari)”

 

Bertetangga dalam arti yang sebenarnya di Era Milenials seperti sekarang ini mungkin menjadi barang langka. Ditengah euforia dunia maya yang lebih menyenangkan dan mengasyikkan, sebagian orang lebih memilih “bertetangga di dunia maya atau media sosial” ketimbang bertetangga di dunia nyata.

Tidak sedikit kita melihat orang yang dikenal humble di media sosial, namun seakan tak peduli dengan kondisi tetangga di sebelah rumah yang sedang terbaring lemah karena sakit. Tidak jarang orang yang rela melakukan gerakan amal di media sosial, namun acuh melihat tetangga yang sedang tertimpa musibah.

Apakah kita termasuk sebagian dari mereka itu?

Dunia maya memang menjadi tempat bertemunya banyak orang, namun kita tetap tidak boleh lupa akan keberadaan kita di tengah masyarakat yang sebenarnya. Di dalam lingkungan RT, RW, Desa ataupun kelurahan dimana kita bertempat tinggal.

Lalu, adab seperti apakah yang seringkali terlupakan dalam bertetangga?

1.Mencintai Tetangga Dengan Sepenuh Hati, Seperti Mencintai Diri Kita Sendiri

Mungkin terdengar terlalu lebay atau berlebihan, namun Rasulullah SAW bersabda: “Demi jiwaku yang berada di tanganNya, tidaklah beriman seorang hamba hingga ia mencintai untuk tetangganya atau saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya.” (HR. Muslim)

Jarang sekali kita mencintai orang lain dengan sepenuh hati, jika bukan saudara kandung atau keluarga dengan pertalian darah saja.

Padahal, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk senantiasa mencintai tetangga seperti kita mencintai diri kita sendiri.

2.Berbagi Sesuai Kemampuan Diri Sendiri

Banyak orang yang merasa minder atau tidak enak hati jika memberikan sesuatu hanya sedikit atau tidak terlalu berarti kepada tetangga. Padahal, sesederhana apapun pemberian kita terhadap tetangga merupakan penyambung silaturahmi dan penguat cinta serta persaudaraan kita dengan tetangga.

Rasulullah SAW bersabda kepada para kaum wanita: “Wahai para wanita muslimah, janganlah salah seorang wanita meremehkan kebaikan yang diberikan kepada tetangganya meski hanya sekedar buntut kambing.” (Muttafaq’alaih)

3.Berbuat Baik Kepada Tetangga Non Muslim

Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, sama sekali tidak melupakan unsur yang ada di dalam masyarakat, salah satunya berbuat baik kepada tetangga kita yang beragama non muslim.

Sebagai seorang muslim yang taat kepada syariat agama, kita harus menjadi seorang muslim yang mampu menjadi tetangga yang baik, tidak mengganggu keyakinan yang dianut oleh tetangga kita, tidak menyakiti hati mereka, dan berperilaku adil kepada mereka.

4.Memprioritaskan Tetangga Terdekat

Rasulullah SAW bersabda, Diriwayatkan oleh Aisyah R.A: “Ya Rasulullah, aku mempunyai dua orang tetangga, manakah yang harus aku dahulukan ketika memberi hadiah?”

Beliau menjawab: “Kepada yang paling dekat pintu rumahnya.” (HR.Bukhari)

Rasulullah SAW memberikan acuan kepada kita untuk memberikan hadiah kepada tetangga terdekat lebih dahulu ketika kita hendak memberikan hadiah. Hal ini tentunya mengandung hikmah yang besar jika kita jalani dalam kehidupan sehari-hari.

5.’Kepo’ dengan Tetangga

Kepo atau rasa ingin tahu kita terhadap orang lain tidak selamanya buruk. Ada kalanya ini menjadi baik, selama dalam batas yang wajar.

Kepo terhadap urusan tetangga bukan berarti kita ingin tahu segala permasalahan yang terjadi di dalam rumah tetangga, namun kita sebagai tetangga harus ‘sensitif’ terhadap tetangga yang sedang kesusahan.

Misalkan ada tetangga yang selalu bersikap murung, atau bersedih sepanjang hari seperti tidak biasanya. Ada baiknya kita mencari tahu penyebabnya dan berusaha menawarkan solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh tetangga kita tersebut.

Karena ada kalanya, ada orang lain yang malu untuk mengungkapkan berbagai permasalahan hidupnya, padahal ia sangat butuh bantuan.

6.Bersabar Terhadap Tetangga yang Jahat

Kehidupan manusia tentunya tidak akan berjalan mulus dan selalu baik-baik saja, begitupun dengan bertetangga dan bermasyarakat.

Kita diminta bersabar ketika mendapat perlakuan buruk oleh tetangga kita dan jangan sampai kita membalas perlakukan buruk tetangga kita itu. Ada baiknya kita mendo’akan agar ia berubah dan dapat menjadi tetangga terbaik yang pernah kita miliki.

Dan satu hal yang menjadi catatan, apabila kita tidak suka diperlakukan buruk oleh tetangga, maka kita pun jangan sampai menjadi tetangga yang punya kredibilitas buruk di mata tetangga kita yang lain.

Karena Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak akan masuk syurga orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya.” (HR.Muslim)

Itu dia beberapa adab bertetangga yang harus senantiasa kita perhatikan, jangan sampai kita menjadi orang yang merugi di akhirat kelak karena perlakuan atau adab kita terhadap tetangga selama di dunia.

Wallahu’alam.

 

Dari berbagai sumber.

Muat Artikel Dari Tetty Hermawati
Muat Lainnya Keluarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *