Home Ragam Sahabat Muslimah, Inilah Kisah Kedahsyatan Berpikir Positif

Sahabat Muslimah, Inilah Kisah Kedahsyatan Berpikir Positif

2 Menit Durasi Baca
0
0
252

Sahabat muslimah, banyak kisah dalam hidup yang sering membuat kita merasa minder, sedih, stress, dan lain sebagainya. Padahal, kalau kita sadari, di balik perasaan-perasaan negatif itu, banyak hikmah yang telah Allah Swt sertakan bersamanya. Hanya saja terkadang kita tidak peka dalam mengambil hikmah dalam setiap peristiwa yang dialami. Seringnya kita menyemai pikiran negatif dalam memandang setiap kejadian. Berpikirlah positif! Setiap kejadian yang kita alami, meski itu sangat menyedihkan, yakinlah bahwa itu adalah skenario terbaik yang Allah tetapkan.

Sahabat muslimah, berikut ada sebuah kisah yang semoga menginspirasi kita agar senantiasa mampu berpikir positif.

Alkisah, berdirilah sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang ratu yang sangat cantik dan anggun. Suatu hari yang cerah, sang ratu bersama beberapa dayang dan pengawalnya jalan-jalan menyusuri hutan untuk berburu rusa. Sang ratu memang gemar berburu ke hutan karena ia sangat suka mengoleksi kulit rusa untuk dijadikan hiasan dinding istana. Saat rombongan tiba di tengah hutan, sang ratu melihat seekor rusa jantan yang tubuhnya tegap dan kulitnya berwarna coklat berkilauan. Kemudian sang ratu segera memerintahkan salah seorang pengawalnya untuk memanah rusa itu. Si pengawal bersiap untuk memanah. Akan tetapi, tiba-tiba rusa itu berlari dan membaur dengan rusa-rusa yang lain. Pengawal kebingungan. Lantas, bertanya pada sang ratu.

 “Baginda ratu, yang manakah rusa yang harus saya panah?” tanya pengawal.

 “Itu… yang kulitnya paling berkilauan,” jawab sang ratu sambil menunjuk rusa yang dimaksud.

 Wuss… sebuah anak panah meluncur melesat dari busur pengawal. Namun naas, sebelum menghujam ke tubuh rusa, anak panah itu juga mengenai jari telunjuk ratu. Darah mengucur deras dari jari sang ratu. Ratu marah besar dan menghukum pengawal itu dengan memasukkannya ke dalam penjara istana. Si pengawal sangat merasa bersalah karena telah mencelakai sang ratu. Ia menerima hukuman itu. Ia yakin akan banyak mengambil pelajaran dari peristiwa yang baru menimpanya.

 Jari sang ratu harus diamputasi. Ratu bersedih. Namun, ia bisa membangkitkan semangatnya dengan bergumam pada dirinya sendiri, “Ini sudah menjadi kehendak Allah, pasti ada hikmahnya.”

 Suatu pagi, ratu kembali berburu rusa di hutan bersama beberapa pengawalnya. Saat sampai di tengah hutan, rombongan bertemu dengan puluhan kanibal. Para kanibal langsung memangsa para pengawal istana. Saat seorang kanibal hendak memangsa sang ratu, dia melihat kalau sang ratu tidak mempunyai jari telunjuk. Akhirnya ia tidak jadi memangsa sang ratu.

 Ratu sangat bersyukur. Ia segera kembali ke istana. Sampai di istana, ia mengumpulkan beberapa orang istana dan menceritakan kejadian yang baru saja ia alami. Kemudian sang ratu memerintahkan salah seorang patih untuk membawa si pengawal yang baru dipenjara beberapa waktu yang lalu.

 Saat si pengawal itu sudah berada di hadapan sang ratu. Sang ratu berkata,

“Terima kasih pengawalku, seandainya panah itu tidak mengenai jariku, mungkin saat ini aku sudah menjadi santapan kanibal di hutan. Mulai saat ini kau dibebaskan lagi.”

Si pengawal terkejut sekaligus bahagia.

 “Terima kasih Baginda Ratu karena sudah memenjarakan saya. Andai saya tidak dipenjara, mungkin saat ini saya juga sudah menjadi santapan para kanibal itu.”

Nah, dari kisah di atas tercermin bahwa Ratu dan si pengawal itu berpikir positif dalam menyikapi peristiwa yang mereka alami. Ternyata ada hikmah di balik penderitaan yang mereka alami. (Aisya)

 

Muat Artikel Dari Etika Avicenna
Muat Lainnya Ragam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Sakinah Bersamamu

Tulisan kali ini memang berjudul sama dengan sebuah buku Nasional Best Seller karya Mbak A…