Home Literasi & Blogging Antara Ibu dan Istri, Haruskah Dewa Memilih?

Antara Ibu dan Istri, Haruskah Dewa Memilih?

3 Menit Durasi Baca
0
0
138

Judul               : Bidadari Untuk Dewa

Penulis             : Asma Nadia

Penerbit           : KMO Publishing

Tebal               : 528 halaman

Cetakan           : 1, 2017

 

Novel terbaru Asma Nadia ini agak berbeda karena dibalut dengan tema bisnis sebagai topik besarnya, selain tentunya masih dengan ciri khas kehidupan keluarga. Menurut pengakuan penulis, novel Bidadari Untuk Dewa merupakan novel tertebal yang pernah ia tulis. Dengan jumlah halaman yang mencapai lebih dari 500, novel ini tetap menarik dan membuat pembaca penasaran.

Kisah dari novel ini diambil dari kisah nyata seorang pengusaha muda, Dewa Eka Prayoga. Bercerita tentang kehidupan Dewa di masa kuliah dan mulai merintis bisnis dari nol. Dewa tidak mau membebani biaya kuliah kepada ibunya yang selama ini telah membesarkannya seorang diri. Oleh karna itu Dewa bertekad untuk memiliki penghasilan sendiri.

Setelah berusaha dengan susah payah, akhirnya Dewa berhasil menemukan tempat bekerja yang diinginkannya. Dewa bekerja sebagai pengajar di sebuah bimbel di sela-sela waktu kuliahnya. Dewa berhasil membawa bimbel itu menjadi salah satu bimbel yang sukses, sehingga semakin banyak orangtua yang memasukkan anaknya di bimbel tempat Dewa mengajar.

Dalam mengelola bimbel, Dewa berpartner dengan Haura. Diam-diam Dewa meyukai Haura. Pun sebaliknya, Haura kagum pada Dewa. Keduanya menjalani pekerjaan yang sama di bimbel yang sama, hingga terpautlah hati mereka. Singkat cerita, Dewa dan Haura menikah. Pernikahan mereka mendapat pertentangan dari ibu Dewa yang menganggap Haura sebagai wanita pembawa sial yang hanya mengincar harta Dewa. Ketakutan ibu Dewa cukup beralasan, karena Dewa pada saat itu sudah memiliki omset satu milyar dari usaha yang telah dijalaninya.

Ibu Dewa yang hidup dalam kisah-kisah mitologi Yunani, menyebut Haura sebagai Apate atau Dewi Tipu Daya. Haura tetap berusaha bersikap baik kepada ibu Dewa, hingga satu momen ia tidak bisa menahan lagi karena perkataan ibu Dewa yang menusuk hatinya begitu dalam. Pada saat takdir buruk menimpa anaknya, ibu Dewa justru membenarkan bahwa Haura adalah wanita pembawa sial. Pasalnya, tepat di hari ke-18 pernikahan Dewa dan Haura, mereka tertimpa musibah yang sangat berat, yaitu ditipu rekan bisnis dan harus menanggung utang sebesar 7,8 miliyar.

Haura terus disudutkan oleh ibu Dewa dengan segala perkataan buruk tentangnya. Bahkan, ibu Dewa menyodorkan foto-foto wanita lain kepada Dewa untuk dipilihnya sebagai pengganti Haura. Betapa hancur hati Haura memiliki mertua yang begitu membencinya. Tapi Haura beruntung memiliki suami seperti Dewa, karena ia tidak termakan hasutan ibunya dan Dewa tetap mencintai Haura. Di satu sisi Dewa harus tetap bersikap baik pada ibunya, di sisi lain ia juga berusaha menjaga perasaan istrinya. Betapa pelik masalah yang dihadapi Dewa. Sudah tertimpa utang miliyaran, harus pula menghadapi kenyataan ibu dan istrinya yang tidak akur.

Akankah Dewa mengatasi masalahnya dengan mulus? Apa yang Dewa lakukan dalam menghadapi ancaman para investor yang menjadi korban penipuan itu? Akankah hubungan Haura dan ibu Dewa menjadi lebih baik? Semua jawaban dari pertanyaan di atas ada dalam novel Bidadari Untuk Dewa yang sebelum diluncurkan sudah terjual puluhan ribu eksemplar.

Membaca novel tidak sekadar menikmati kisah yang disajikan, tapi juga sebagai pembaca tentunya kita harus bisa menangkap pesan apa yang tersirat yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Dari novel ini kita dapat banyak sekali pelajaran yang bisa diambil. Mulai dari ilmu tentang bagaimana memulai bisnis, hingga strategi apa saja yang harus dilakukan jika bisnis dalam keadaan terpuruk.

Selain ilmu bisnis, kita juga dapat belajar bagaimana menjadi sitri solihah, bagaimana cara menghadapi ibu mertua yang tidak sejalan, bagaimana menghadapi ancaman para investor yang begitu menekan pikiran. Semua itu dapat kita lihat dari sikap dan tingkah laku Haura yang Dewa sebut sebagai bidadarinya.

Meskipun pada akhirnya sedikit demi sedikit Dewa berhasil mengurai benang kusut permasalahan dan mulai menemukan solusi, ujian hidup yang menimpa Dewa masih terus berdatangan, baik ujian harta, kesehatan hingga godaan wanita lain. Sebagai Pejuang Keluarga, novel ini sangat layak dibaca oleh siapa saja yang ingin memulai bisnis dan membina kehidupan keluarga.

Muat Artikel Dari Nia Hanie Zen
  • Mendidik Anak Berdasarkan Fitrahnya

    Judul               : Ibuku Adalah Sekolah Terbaikku Penulis             : Dian Kusumaward…
  • Tebarkan Cahaya Islam Pada Dunia

    Judul                           : Telling Islam to the World Penulis                      …
  • Buya HAMKA dan Perjalanan Hidup yang Menginspirasi

      Judul               : Buya HAMKA Memoar Perjalanan Hidup Sang Ulama Penulis             …
Muat Lainnya Literasi & Blogging

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Mendidik Anak Berdasarkan Fitrahnya

Judul               : Ibuku Adalah Sekolah Terbaikku Penulis             : Dian Kusumaward…