Home Literasi & Blogging Buya HAMKA dan Perjalanan Hidup yang Menginspirasi

Buya HAMKA dan Perjalanan Hidup yang Menginspirasi

2 Menit Durasi Baca
0
0
163

 

Judul               : Buya HAMKA Memoar Perjalanan Hidup Sang Ulama

Penulis             : Yanuardi Syukur dan Arlen Ara Guci

Penerbit           : Tinta Medina

Tebal               : 208 halaman

Cetakan           : I, Desember 2017

Siapa tak kenal Buya Hamka, seorang ulama besar yang sangat berpengaruh di masanya? Pengaruhnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang hidup di zamannya, hingga saat ini pun seorang Hamka masih menebaar inspirasi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Telah banyak penulis yang khusus menuliskan biografi sang ulama. Salah satu buku itu adalah “Buya HAMKA: Memoar Perjalanan Hidup Sang Ulama” karya duo penulis Yanuardi Syukur dan Arlen Ara Guci.

Penulis membagi buku ini mejadi tiga fase, yakni fase pra penjara, penjara dan pasca penjara. Fase pertama, yaitu pra penjara, mengisahkan tentang masa kecil Buya Hamka, kegiatan membaca dan menulisnya, aktivitas organisasi. Fase ke dua adalah fase penjara, mengisahkan tenang masa-masa di penjara hingga berhasil menyelesaikan buku Tafsir Al-Azhar. Fase ke tiga adalah fase pasca penjara yang berkisah tentag kegiatannya sebagai ketua MUI, pemikirannya tentang berbagai hal dan pesan-pesan sebelum wafatnya.

Membaca kehidupan Hamka di masa kecil rupanya tak seindah yang dibayangkan. Hamka kecil harus mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan ketika kedua orang tuanya bercerai dan masing-masing telah menikah lagi. Sejak kecil, Hamka sudah belajar berpidato dan mengajarkannya kepada teman-temannya. Sementara keahlian menulisnya sudah terlihat sejak usia belasan tahun. Kegemarannya membaca bisa menghabiskan waktu dua hingga tiga jam. Efek dari bacaannya tersebut berpengaruh pada konten tulisan-tulisan yang telah diterbitkan.

Hamka menghabiskan waktu kurang lebih dua tahun di penjara. Ia dijebloskan ke penjara oleh sahabatnya sendiri, yaitu Bung Karno. Tuduhan tidak masuk akal dialamatkan kepadanya. Ia dituduh ingin membunuh Soekarno dan berkhianat bersekongkol dengan Malaysia. Selama masa interogasi, Hamka mengalami situasi yang membuatnya menderita secara batin. Ia dipaksa mengakui kesalahan yang tidak ia perbuat.

Meskipun difitnah dan dipenjarakan oleh sahabatnya sendiri, Hamka merupakan pribadi yang tidak mendendam, lembut dan tidak suka membesarkan masalah. Hamka tetap menganggap Soekarno sebagai sahabatnya, bahkan ia bersedia menyolatkan jenazah Bung Karno dan turut memakamkannya. Sifat pemaafnya berlaku juga kepada Pramoedya Ananta Toer dan M. Yamin yang memusuhinya sebab berbeda pemikiran. Hamka bahkan menjadi orang kepercayaan Pram untuk mendidik anaknya agama Islam.

Selama dua tahun di penjara Hamka berhasil menuntaskan menulis buku Tafsir Al Azhar yang tertunda sejak lama. Setelah keluar dari penjara, Hamka tetap melakukan aktivitas seperti biasanya; ceramah, menulis, mengajar dan mengurus organisasi. Pada tahun 1975-1981 Hamka menjabat sebagai ketua MUI dan berusaha mengubah pemikiran negatif terhadap berdirinya MUI. Meski begitu ia terpaksa mundur dari jabatannya tersebab kebijakan yang dibuatnya.

“Salah satu ulama yang berpengaruh dalam perkembangan Islam di Indonesia adalah Hamka. Perkembangan Islam di Indonesia pada era orde baru merupakan salah satu pengaruh Hamka dengan kepemimpinannya di MUI.” (hlm. 138)

Memoar perjalanan hidup sang ulama ini begitu menginspirasi banyak orang hingga saat ini. Karya-karya fenomenalnya masih bisa dinikmati, bahkan beberapa di antaranya telah diadaptasi menjadi sebuah film. Sebelum wafatnya, Buya Hamka berpesan kepada para pemuda agar tersu memperjuangkan Islam dengan semangat dan cinta kepada agama.

“Mereka harus tegak menantang dan membendung propaganda paham materialisme dan segala isme-isme (paham) baru yang diimpor dari barat untuk menyebar rasa keragu-raguan atau melemahkan iman dalam Islam,” (hlm. 182)

 

 

Muat Artikel Dari Nia Hanie Zen
  • Mendidik Anak Berdasarkan Fitrahnya

    Judul               : Ibuku Adalah Sekolah Terbaikku Penulis             : Dian Kusumaward…
  • Tebarkan Cahaya Islam Pada Dunia

    Judul                           : Telling Islam to the World Penulis                      …
  • Antara Ibu dan Istri, Haruskah Dewa Memilih?

    Judul               : Bidadari Untuk Dewa Penulis             : Asma Nadia Penerbit       …
Muat Lainnya Literasi & Blogging

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Mendidik Anak Berdasarkan Fitrahnya

Judul               : Ibuku Adalah Sekolah Terbaikku Penulis             : Dian Kusumaward…