Home Kajian Enam Tingkatan Cinta Menurut Ibnu Qayyim Al Jauzi

Enam Tingkatan Cinta Menurut Ibnu Qayyim Al Jauzi

3 Menit Durasi Baca
14
0
167

Cinta akan membuat siapa saja yang merasakannya rela berbuat apa pun demi yang dicintai. Orang yang mencintai kedua oran tua akan berbuat semampunya untuk membahagiakan keduanya. Orang yang mencintai kekasihnya rela berkorban demi sang kekasih. Orang yang mencintai pekerjaannya akan bekerja siang malam tak peduli tubuh semakin runtuh.

Sudah menjadi fitrah manusia memiliki rasa cinta. Mencintai harta, wanita dan kedudukan. Namun kita juga harus tahu kepada siapa cinta kita itu ditujukan dan cinta yang mana yang harus diprioritaskan. Ibnu Qayim Al Jauzi membagi cinta menjadi enam tingkatan. Mari simak keenam tingkatan tersebut.

  1. Tatayyun

Cinta yang paling tinggi dan utama, yaitu cinta kepada Allah subhanahu wata’ala. Allah yang menciptakan manusia dan segala isinya, serta memberikan segala apa yang manusia butuhkan untuk hidup di dunia, berhak mendapatkan cinta tertinggi melebihi apa pun yang ada di dunia.

Bila masih ada dalam diri kita rasa lebih menaati perintah bos, atau lebih mendengar kata-kata sahabat dan kekasih, hingga rela menyingkirkan Allah dalam kehidupan, maka kita belum memiliki rasa tatayyun. Hendaknya renungkan kembali apakah selama ini kita masih menomorduakan Ar Rahman dan Ar Rahim.

  1. Isyk

Rasa cinta ini merupakan tingkat ke dua setelah mencintai Allah, yaitu cinta yang hanya ditujukan kepada kekasih Allah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Mencintai Nabi Muhammad berarti mengamalkan apa-apa yang dicontohkan oleh beliau dan menjauhi perkara yang tidak berasal darinya.

Jangan sampai rasa cinta kepada dunia melebihi cinta kepada Allah dan RasulNya.  Kisah Mus’ab bin Umar seorang yang kaya raya dan dicintai oleh ibunya, tapi karena kecintaannya pada Nabi Muhammad, ia rela meninggalkan kekayaan tersebut dan hidup sederhana dalam ajaran Islam.

  1. Syauq

Merupakan tingkatan cinta antar sesama muslim yang memiliki ikatan keluarga. Setelah mencintai Allah dan RasulNya, tingkatan selanjutnya adalah mencintai keluarga kita, orang tua, adik, kakak, kerabat dan saudara kita. Keluarga berhak mendapatkan cinta yang melebihi orang lain.

Sangat disayangkan saat ini anak-anak kita khususnya remaja, apalagi yang sudah mengenal cinta dengan lawan jenis, lebih banyak mencurahkan rasa sayangnya kepada kekasih dan teman-temannya. mereka bahkan tidak ragu berbuat buruk kepada orang tua demi mendapat simpati dari kekasih.

Sungguh sangat miris melihat sikap anak-anak kita yang jauh dari tingkatan cinta ini. Mari kita jaga, sayangi dan beri pengertian kepada anak-anak agar mereka dapat menjadikan orang tua dan keluarga sebagai orang pertama yang mereka cintai setelah Allah dan Rasul.

  1. Shababah

Yaitu rasa cinta antar sesama muslim karena satu aqidah. Sesama muslim itu bersaudara. Di belahan dunia mana pun, kita yang beragama Islam adalah saudara. Muslim di Afrika, Autralia, Palestina, Turki, Jepang, adalah saudara kita. Di mana pun muslim berpijak, apabila mereka tertindas, sengsara, terancam, kita sebagai saudara pastilah merasakan sedih dan pedih yang mereka rasa. Dan hati kita tergerak untuk menolong dan mengurangi beban mereka semampu yang kita bisa. Yang paling penting yaitu doa-doa kita kepada saudara-saudara muslim di belahan bumi mana pun.

  1. ‘Ithf (simpati)

Tingkatan cinta yang timbul dari sisi kemanusiaan. Misalnya, menolong orang yang terkena musibah atau bencana, maka akan timbul rasa cinta antar sesama manusia. Termasuk di dalam tingkatan ini adalah mencintai lawan jenis. Seorang lelaki yang mencintai seorang wanita, pun sebaliknya.

  1. Intifa

Cinta kepada harta benda yang dimiliki. Allah memberikan kita rasa cinta terhadap harta benda, tapi janganlah kecintaan yang satu ini melebih cinta kita kepada Allah dan Rasulnya.

Pastilah kita memiliki keenam tingkatan cinta di atas, hanya saja kadar setiap cinta tersebut berbeda-beda. Ada yang mencintai kekasihnya melebihi cinta kepada orang tua, ada yang mencintai pekerjaan melebihi keluarganya, ada yang mencintai harta benda melebihi sesama saudara seiman. Mari kita tengok lagi kadar cinta yang kita  miliki. Dan mulailah dengan mencintai Dzat tertinggi yang ditanganNya-lah hidup dan mati kita.

Muat Artikel Dari Nia Hanie Zen
Muat Lainnya Kajian

14 Komentar

  1. Dwi Arum

    10 Maret 2018 at 8:22 am

    Jadi, memang sudah fitrahnya ya cinta pada harta. Namun begitu, semoga kita bisa sekadarnya saja mencintai harta tersebut dan lebih banyak menggunakannya di jalan Allah. Aamiin

    Balas

  2. Vivi

    10 Maret 2018 at 7:32 pm

    “Sungguh sangat miris melihat sikap anak-anak kita yang jauh dari tingkatan cinta ini. Mari kita jaga, sayangi dan beri pengertian kepada anak-anak agar mereka dapat menjadikan orang tua dan keluarga sebagai orang pertama yang mereka cintai setelah Allah dan Rasul.” — This is note for my self.. sudahkah saya menciptakan rumah yang layak untuk dicintai oleh anak-anak.

    Balas

  3. Leila

    11 Maret 2018 at 5:46 am

    Terima kasih atas pengingatnya… Begitu banyak kategori cinta, semoga kita dimudahkan untuk meletakkan cinta dalam porsi yang pas pada tempatnya.

    Balas

  4. Dian Restu Agustina

    11 Maret 2018 at 9:36 am

    Terima kasih sudah diingatkan melalui ulasan bermanfaat ini.
    Kini yang sering ditemui, seseorang mencintai lawan jenisnya melebihi segalanya.
    Atau orang yang mencintai harta bendanya di urutan pertama cintanya…Astaghfirullah
    Semoga kita dijauhkan dari hal-hal demikian. Aamiin:)

    Balas

  5. ophi ziadah

    13 Maret 2018 at 1:46 pm

    Semoga cinta Allah dan RasulNya selalu menjadi cinta yang paling utama mengusai hati kita amiiin…
    Semoga Allah mampukan kita menjaga cinta tersebut

    Balas

  6. denik

    13 Maret 2018 at 9:33 pm

    Wah, tulisannya jadi mengingatkan diri ini. Introspeksi tentang tingkatan cinta yang dimiliki. Terima kasih Mba.

    Balas

  7. Dewi

    17 Maret 2018 at 6:34 am

    Maasyaa Allah…. Benar sekali… Yang utama adalah harus cinta sm Allah ta’ala. Sayangnya banyak orang luput akan hal ini, lebih cinta manusia dan harta tp lupa sama Yang Menciptakan :'(

    Balas

  8. Elva Susanti

    17 Maret 2018 at 11:12 pm

    Baru tahu saya kalau cinta ada tingkatan2nya. Makasih infonya. izin save

    Balas

  9. April Hamsa

    18 Maret 2018 at 12:42 am

    Cinta oh cinta, yang utama emang kepada Pencipta.
    Semoga cinta2 yg kita miliki makin mendekatkan kita kepada-Nya TFS

    Balas

  10. El-lisa

    18 Maret 2018 at 4:28 am

    Tulisan yang mampu membuat saya intropeksi kembali. Semoga kita dijauhkan dari menempatkan cinta yang tidak semestinya menjadi cinta tertinggi.

    Balas

  11. Dinny masyita

    21 April 2018 at 9:48 am

    Subhannallah, terimakasih utk pencerahannya….🙏

    Balas

  12. El-lisa

    21 April 2018 at 10:12 pm

    Cinta memang sesuatu yang asyik dibahas. Terima kasih ya mbak, sudah diingatkan untuk tetap cinta kepada Rabb. Semoga kita dijauhkan dari cinta kepada duniawi melebihi sang pencipta

    Balas

  13. Amallia Sarah

    22 April 2018 at 6:35 am

    Alhamdulillah dpt pencerahan lagi… Terima kasih sharingnya mbak

    Balas

  14. Visya

    24 April 2018 at 7:17 am

    Ilmu baru buat aku. Makasih mba Nia n BM ilmu barunya. Jadi muhasabbah diri nih, hiks. :”

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Persiapan Maksimal Demi Ibadah Optimal

Setelah mengetahui keutamaan bulan Ramadhan di tulisan sebelumnya, semoga kita dapat lebih…