Home Kajian Fiqih Puasa Ramadhan (3): Orang-Orang Yang Diperbolehkan Untuk Tidak Berpuasa

Fiqih Puasa Ramadhan (3): Orang-Orang Yang Diperbolehkan Untuk Tidak Berpuasa

1 Menit Durasi Baca
1
0
37

Setelah tulisan sebelumnya kita membahas rukun puasa dan hal-hal yang membatalkan puasa, selanjutnya kita akan membahas tentang siapa saja yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Puasa Ramadhan wajib dikerjakan oleh seluruh umat Islam di mana pun berada. Akan tetapi, ada sekelompok orang yang diberi keringanan oleh Allah untuk tidak berpuasa. Siapa sajakah mereka?

  1. Orang sakit

Orang sakit boleh tidak puasa dengan ketentuan jika ia berpuasa sakitnya akan bertambah parah atau tertunda kesembuhannya.

Bagaiman dengan ibu hamil dan menyusui? Ibu hamil dan menyusui termasuk ke dalam kategori orang sakit, maka boleh tidak berpuasa. Meski begitu konsekuensi yang harus dibayarkan berbeda tergantung alasan mengapa ia tidak puasa. Jika alasan seorang ibu hamil tidak puasa karna dirinya tidak mampu, maka ia harus mengganti puasa di bulan lain. Sedangkan jika kondisi si ibu mampu untuk berpuasa tapi khawatir dengan kondisi bayi yang dikandungnya, selain mengganti puasa di bulan lain, si ibu juga dikenakan fidiyah.

  1. Orang yang safar atau musafir

Seorang musafir boleh tidak puasa dengan syarat:

  • Melakukan perjalanan safarnya atau berangkat sebelum subuh
  • Jarak tempuh perjalanan minimal 88,704 kilometer
  • Melakukan safar bukan untuk maksiat atau hal-hal yang diharamkan
  • Berniat untuk melakukan safar pada hari itu
  1. Orang yang tua renta

Orang tua yang sudah tidak sanggup untuk melakukan puasa boleh tidak berpuasa. Sebagai gantinya ia wajib membayar fidiyah berupa bahan makanan pokok (beras) sebanyak 0,78 liter perhari selama 30 hari. Untuk lebih mudahnya bisa digenapkan 1 liter dengan niat fidiyah dan sisanya untuk sedekah. Fidiyah lebih afdhol dibayar dalam bentuk beras atau nasi, boleh juga ditambah lauk pauk.

 

Demikian sedikit upgrade ilmu tentang puasa Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba. Semoga sobat muslimah dapat menyambut Ramadhan dengan gembira dan menjalani ibadah dengan maksimal. Marilah kita fokuskan diri untuk ibadah di bulan Ramadhan nanti. Jangan sampai waktu kita habis untuk mengurus hal-hal yang dapat mengurangi nilai pahala puasa kita. Siap menyambut Ramadhan?

Muat Artikel Dari Nia Hanie Zen
Muat Lainnya Kajian

1 Komentar

  1. Enny

    26 April 2018 at 11:03 am

    Bismillah tahun lalu saya nggak puasa karena melahirkan dan menyusui. Tahun ini pun masih menyusui tapi saya ingin mencoba puasa dulu. Semoga kuat.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Persiapan Maksimal Demi Ibadah Optimal

Setelah mengetahui keutamaan bulan Ramadhan di tulisan sebelumnya, semoga kita dapat lebih…