Home Literasi & Blogging Mendidik Anak Berdasarkan Fitrahnya

Mendidik Anak Berdasarkan Fitrahnya

4 Menit Durasi Baca
0
0
37

Judul               : Ibuku Adalah Sekolah Terbaikku

Penulis             : Dian Kusumawardani

Penerbit           : Aryoko Indonesia

Terbit               : Januari, 2018

Tebal               : 266 halaman

Pendidikan yang baik dan berkualitas menjadi satu hal yang penting bagi orang tua untuk masa depan anak-anaknya. Demi mewujudkan cita-cita orang tua memiliki anak yang bermasa depan cerah, orang tua tentunya akan memilihkan sekolah terbaik. Untuk masuk ke sekolah terbaik pastinya butuh usaha, baik dari orang tua maupun si anak sendiri. Mulailah orang tua mendaftarkan anak ke berbagai les, mulai dari les mata pelajaran hingga les yang berhubungan dengan keterampilan.

Namun,  perlu diketahui sesungguhnya pendidikan terbaik untuk anak adalah di rumah dan guru terbaik mereka adalah orang tuanya sendiri, terutama ibu. Ya, ibu adalah guru pertama anak-anak kita dan rumah adalah sekolah pertama pula bagi mereka. Jadi, di mana pun sekolahnya, sebaik apapun predikat sekolahnya, semua kembali lagi ke rumah, bagaimana orang tua mendidik anak, memberi teladan dan mengarahkannya kepada hal-hal baik sejak dini.

Buku “Ibuku Adalah Sekolah Terbaikku” mengulas tentang pendidikan anak di rumah (home education) dengan pendekatan fitrah yang dimiliki oleh anak. Home education bukan berarti homeschooling. Anak-anak tetap belajar di sekolah formal dan orang tua tetap bertanggungjawab mendidik anak di rumah. Buku ini sendiri fokus kepada pendidikan anak di rumah berdasarkan fitrah atau Fitrah Based Education (FBE).

Fitrah memiliki arti sebagai perangai, tabiat, kejadian, asli, agama, ciptaan (hlm. 29). FBE bermakna pendidikan anak yang sesuai dengan tabiat, perangai dan bakatnya. Setiap anak adalah unik, begitupun dengan orang tua. Jadi, FBE pada setiap anak akan berbeda pula, karena di dalam FBE tidak ada kurikulum yang baku. Lalu, fitrah apa sajakah yang dimiliki seorang anak?

Sedikitnya ada delapan jenis fitrah yang dijabarkan dalam buku ini, yaitu; fitrah keimanan, fitrah fisik dan indra, fitrah belajar dan bernalar, fitrah seksualitas dan cinta, fitrah estetika dan bahasa, fitrah bakat, fitrah perkembangan dan fitrah individual dan sosial. Dari semua jenis fitrah tersebut orang tua diharapkan dapat mendidik anak sesuai dengan fitrahnya masing-masing. Semua fitrah itu dapat dikembangkan dalam setiap kegiatan anak bersama orang tuanya di rumah.

Penulis buku ini menerapkan FBE kepada anak-anaknya yang masih berusia bayi dan balita. FBE sendiri dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas orang tua. FBE dapat dilakukan sambil memasak, belanja, jalan-jalan, ibadah dan kegiatan lainnya.

Sebagai contoh ketika ibu sedang memasak. Seorang anak biasanya selalu ingin tahu dan ingin ikut melakukan apa yang dilakukan oleh ibunya. Maka, sebaiknya ibu tidak melarang anak untuk membantu memasak. Beri ia kesempatan melatih fitrahnya. Anak bisa diberikan tugas menyiangi sayuran yang akan dimasak misalnya, tentunya berikan ia tugas yang mudah dengan alat atau bahan-bahan yang aman. Mereka akan sangat senang melakukannya. Dalam kegiatan ini, maka anak akan mengembangkan fitrah belajar dan fitrah bakat.

Mengenalkan buku pada anak juga dapat menjadi salah satu pendidikan di rumah berdasarkan fitrah. Meskipun anak masih bayi, orang tua dapat mengenalkannya dengan buku. Tentunya buku yang sesuai dengan usianya dan tidak mudah rusak, misalnya buku yang terbuat dari bahan kain atau terbuat dari karton tebal. Dari buku, anak bisa mengenal warna, benda, angka, huruf dan lain-lain. Dengan begitu, fitrah yang dikembangkan dalam kegiatan ini adalah fitrah bahasa, fitrah belajar dan bernalar serta fitrah perkembangan.

Perlu diketahui di sini bahwa, memberi buku pada balita bukan untuk mengajarinya membaca, namun untuk menciptakan atmosfir cinta buku. Bila sejak kecil anak sudah kenal buku, maka akan mudah menimbulkan kecintaannya pada buku (hlm. 147).

Masih banyak aktivitas seru penulis, Dian Kusumawardani bersama Aluna dan Chacha, anak-anaknya, dalam mewujudkan FBE di rumah. Buku ini semacam catatan orang tua sebagai sarana merekam pendidikan anak di rumah berdasarkan fitrah. Tentunya penulis memiliki harapan agar setiap orang tua di mana pun berada dapat menjadi guru terbaik bagi anak-anak dengan menerapkan pendidikan berbasis fitrah.

Buku dengan tampilan penuh warna dengan ilustrasi yang menarik, cukup membuat buku ini eye catching. Hanya saja jika pembaca melihat sampul buku ini pertama kali, akan membuat pembaca berpikir bahwa ini adalah buku kumpulan cerita anak atau dongeng. Padahal isinya tidak berhubungan dengan cerita atau dongeng anak. Justru buku ini diperuntukkan untuk orang tua.

Tak ada karya yang sempurna, dalam buku ini pun masih terdapat kesalahan ejaan seperti salah ketik, tanda baca yang kurang tepat dan istilah asing yang tidak dicetak miring. Meski begitu, berbagai kekurangan minor tersebut tidak mengurangi esensi dari buku ini, di mana penulis ingin berbagi pengalaman mendidik anak di rumah dan mengenalkan sistem pendidikan berdasarkan fitrah.

Akhirnya kembali lagi pada pernyataan di atas, yaitu pendidikan dan sekolah terbaik adalah di rumah dan guru terbaik adalah orang tua. Maka, marilah menjadi orang tua yang peduli dan bertanggung jawab pada pendidikan anak. Jangan menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah, orang tua di rumah wajib ikut andil dalam pendidikan anak. Dengan begitu, impian untuk memiliki anak yang sukses di masa depan insyaallah akan terwujud.

Muat Artikel Dari Nia Hanie Zen
Muat Lainnya Literasi & Blogging

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Tebarkan Cahaya Islam Pada Dunia

Judul                           : Telling Islam to the World Penulis                      …