Home Literasi & Blogging Tebarkan Cahaya Islam Pada Dunia

Tebarkan Cahaya Islam Pada Dunia

2 Menit Durasi Baca
19
0
136

Judul                           : Telling Islam to the World

Penulis                         : Imam Shamsi Ali

Penerbit                       : Quanta, 2017

Tebal                           : 186 halaman

Membaca buku ini membuat saya mendapatkan banyak informasi seputar dunia Islam di Amerika. Ya, karena buku ini ditulis oleh seorang Imam masjid di New York yang berasal dari Indonesia, yaitu Imam Shamsi Ali. Beliau banyak memaparkan kisah masuk Islamnya warga Amerika yang dibimbing olehnya langsung.

Kisah masuk Islamnya mereka didorong oleh berbagai alasan. Jenifer yang sudah lama belajar Islam tapi belum mau menerima Islam sebagai jalan hidupnya karena ia tidak mau memakai pakaian seperti wanita Arab; jubah dan cadar. Tapi setelah mendapatkan penjelasan dari Imam Shamsi mengenai pakaian muslimah, ia pun akhirnya dengan percaya diri menerima Islam sebagai jalan hidupnya.

Ada juga Amanda, seorang Kristen taat yang merupakan peneliti muda di Universitas Yashiva, New York. Ia berasal dari Iowa, sebuah negara bagian di Amerika yang anti Islam. Amanda mengikuti kelas mualaf yang dikelola oleh Imam Shamsi. Amanda memiliki banyak pertanyaan yang kesemuanya cenderung membenci Islam dan Rasulullah.

Imam Shamsi pun menjawab pertanyaan Amanda satu per satu dengan tenang dan rinci. Amanda akhirnya melanjutkan tanya jawab itu melalui e-mail karena saking banyaknya hal yang ingin ditanyakan. Akhirnya suatu hari Amanda mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupnya, yaitu memeluk Islam.

Dakwah Imam Shamsi tidak lepas dari komunikasi yang dibangunnya selama ini. Beliau mengaplikasikan seni berkomunikasi ala Rasulullah, yang jauh dari menuduh, menghakimi seseorang telah berdosa, dan ungkapan negatif lainnya. Komunikasi ala Rasulullah mengedepankan akhlaq, kasih sayang, cinta kasih, serta harapan. Jadi seseorang datang kepadanya pun senantiasa mendapatkan jawaban yang memuaskan dan jauh dari rasa tidak suka apalagi dendam.

Menyampaikan Islam kepada dunia Barat yang terjangkiti islamophobia, harus dengan langkah-langkah komunikasi yang efektif, disertai dengan diskusi dan dialog-dialog. Bukan dengan kekerasan apalagi pengrusakan yang justru akan membuat dunia Barat semakin yakin bahwa Islam disebarkan dengan hal-hal tersebut.

Dunia Barat terlanjur mengenal Islam sebagai agama yang jauh dari kedisiplinan, identik dengan kemiskinan dan terbelakang, tidak update ilmu pengetahuan, dan stigma negatif lainnya. Sesungguhnya Islam itu indah. Islam itu logis dan rasional. Islam itu luas dan lapang dada. Islam itu berkeadilan dan berkemajuan. Tapi semua itu sering kali tersembunyi oleh perilaku orang Islam itu sendiri (hlm.47).

Imam Hamzah Yusuf, seorang imam terkenal di Amerika Serikat berkata kepada Imam Shamsi, “I am so thrilled that I have met Islam before meeting any moslem in my life. Saya sangat senang karena saya sudah menemukan Islam sebelum bertemu dengan orang Islam.”

Sesungguhnya Islam itu sempurna, sedangkan pemeluknya tidak. Tapi jangan jadikan pernyataan tersebut sebagai pembenaran sifat-sifat kita yang membuat cahaya Islam redup. Jadilah seorang muslim yang menampilkan keindahan Islam dengan mulai mengubah sifat-sifat buruk kita menjadi lebih baik. Tunjukkan kepada dunia bahwa Islam itu bersih, disiplin, peduli, maju, dan lain sebagainya. Semoga cahaya Islam akan menyebar ke seluruh dunia dibarengi dengan akhlaq para penganutnya yang membuat cahaya itu semakin terang.

 

 

Muat Artikel Dari Nia Hanie Zen
Muat Lainnya Literasi & Blogging

19 Komentar

  1. Enny

    27 Juni 2018 at 9:44 am

    ini bukunya bahasa inggris atau bahasa Indonesia ya? jadi tertarik untuk membacanya.

    Balas

  2. Elva Susanti

    27 Juni 2018 at 4:40 pm

    Penasaran deh pengen baca kisah yang terpendam di buku ini. Boleh pinjam kak? 😁
    Bacaan seperti ini wajib nih dimiliki siapapun kita

    Balas

  3. Teresia

    29 Juni 2018 at 12:10 am

    wah, jadi ingin baca bukunya…

    Balas

  4. Elzatta Hijab Bandung

    12 Agustus 2018 at 2:30 pm

    assalamualaikum blog anda sangat menginspirasi
    saya , mudah mudahan blog anda bermanfaat bagi kita semua
    salam kenal http://www.elzattapasarbaru.wordpress.com

    Balas

  5. Leila

    14 Januari 2019 at 10:14 am

    Cerita seperti ini mendorong kita untuk juga terus memperbaiki diri sebagai ‘duta’ Islam, yaa…. Bukan untuk menjadi beban, melainkan untuk kebaikan kita sendiri juga.

    Balas

  6. denik

    14 Januari 2019 at 11:55 am

    Wah, sepertinya bagus ya buku ini. Jadi penasaran.

    Balas

  7. Vivi Ermawati

    14 Januari 2019 at 3:14 pm

    MasyaAllah tabarakallah. Saya selalu tertarik dengan kisah Hijrah dan muallaf seseorang. Kebetulan saya sedang mencari referensi buku yang bagus tentang Islam dan Dunia. Buku ini sepertinya akan menjadi buku yang layak dibeli terlebih dahulu. Ini ada versi bahasa inggrisnya, gak ya?

    Balas

  8. Dwi

    15 Januari 2019 at 5:13 am

    Masya Allah, bukunya memotivasi sekali. Masih ada di toko buku kan ya?

    Balas

    • Nia Hanie Zen

      15 Januari 2019 at 10:01 am

      Klo di toko buku, mungkin sudah tdk beredar. Coba langsung hubungi penerbit ya.

      Balas

  9. Ophi Ziadah

    16 Januari 2019 at 11:57 am

    Sudah sering mendengar ttg cara dakwah dan bagaiman banyak pihak terinspirasibdr imam ali samsi
    Smoga wajah islam. Yg sssungguhnya bs kita pancarkan sbg muslim yg baik

    Balas

  10. Dian Restu Agustina

    17 Januari 2019 at 7:57 am

    Membaca beraneka tulisan dan berita kegiatan Imam Shamsi Ali saat saya tinggal di Amerika membuat saya mengagumi cara Beliau berdakwah di sana.
    Memang tidak frontal dan senantiasa meneladani dakwah Rasulullah yang mengedepankan kasih sayang.
    Cara yang terbukti efektif dan menghindarkan terjadinya perdebatan dan pertikaian.

    Buku yang inspiratif!

    Balas

  11. Visya

    17 Januari 2019 at 11:38 am

    Akubsellaubtertarik dengan kisah para mualaf mba. Betapa Allah itu Maha Menyentuh Hati siapapun ya :’)

    Balas

  12. Ovianty

    18 Januari 2019 at 5:32 am

    Masya Allah, aku suka kalimat sesungguhnya Islam sempurna, sedang pemeluknya tidak. Beneran itu kalimat bagus banget. Menohok, bikin jleb. Memang Islam itu rahmatan lil alamin. Bagus ya bukunya.

    Balas

  13. Ria Buchari

    18 Januari 2019 at 5:27 pm

    Bukunya menarik bgt ini mba Nia, bisa didapatkan dimana kah

    Balas

    • Nia Hanie Zen

      18 Januari 2019 at 6:14 pm

      Coba ke tokbuk gramedia mba atau klo ada bazar buku gramedia atau hubungi penerbitnya ^^

      Balas

  14. lisa lestari

    19 Januari 2019 at 3:28 pm

    Buku yang inspiratif sepertinya. Jadi penasaran dengan isinya. Berdakwah dengan cara yang seperti Imam Shamsi lakukan, pasti akan menarik dan menghapus tentang islamophobia. Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, namun karena ulah segelintir jadi ternoda.

    Balas

  15. April Hamsa

    20 Januari 2019 at 7:58 pm

    Mungkin krn emang selama ini negara yg mayoritas penduduknya muslim tu dikenal sbg negara berkembang dengan kondisi carut marut banyak kemiskinan, bahkan banyak jg negra berpenduduk Islam yg miskin kyk di Afrika. Emang kyknya enggak mudah mengubah citra Islam, pdhl sejarah kejayaan Islam di masa lalu dah banyak buktinya. Penasaran dehpengen baca bukunya dan mau tau pandangan2 sang ustad.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

MILAD 4 BLOGGER MUSLIMAH: HIJRAH SAMPAI KAFFAH

Alhamdulillah pada hari Ahad, 9 Desember 2018 lalu, komunitas kita tercinta, Blogger Musli…